Bandar Narkoba di Parimo Diringkus

- Periklanan -

PERKARA – Gelar perkara terduga bandar narkoba terbesar yang berlangsung Mapolres Parigi Moutong, Jumat (24/2). (Foto: Pos Palu/Amier)

PARIMO–Dua orang pria asal Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah yang diduga bandar narkoba terbesar di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berhasil diringkus Satuan Narkotika Polres Parimo.

Kasat Narkoba Polres Parimo, IPTU Kurniawan E Blake mengatakan, pihaknya mengamankan kedua pelaku diketahui berinisial MS alias Abi dan MS alias Caling. Kedua tersangka ditangkap pada saat melakukan penggerebekan di rumah Abi di Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah.

“Kami gerebek rumah Abi, pada sore hari tanggal 23 Februari 2017. Kemungkinan mereka saat itu usai melakukan pesta sabu di kamar Abi. Sesuai pengakuan Caling, dia hanya bertamu untuk menggunakan sabu. Tapi hal itu tidak serta merta kami percayai,” ungkapnya, saat melakukan gelar perkara, Jumat (24/2).

- Periklanan -

Menurut Blake, pihaknya menyita sejumlah barang bukti saat melakukan penggrebekan tersebut, yakni dua paket sabu, tujuh hanphone berbagai jenis dan merek, 256 plastik kecil yang diduga digunakan untuk paketan sabu, satu unit alat timbangan digital yang digunakan untuk mengukur. Selain itu kata dia, delapan korek gas, tiga alat isap sabu jenis bong, serta uang tunai dengan total senilai Rp 10,5 juta lebih yang dicurigai hasil penjualan narkoba.

Blake juga mengaku, selain sejumlah barang bukti yang diamankan pihaknya juga akan menyita satu unit kendaraan roda dua, yang sesuai informasi digunakan sebagai alat transaksi dan peredaran. “ Uang kami sita sebesar Rp 10juta lebih ini, apakah hasil penjualan atau tidak ? Kami belum bisa pastikan, karena kami masih melakukan penyidikan. Kedua tersangka juga sudah kami tes urin, dan keduanya positif,” jelasnya.

Penangkapan Caling merupakan pengembangan atas beberapa tersangka yang sebelumnya berhasil ditangkap oleh pihaknya, karena sesuai keterangan mereka barang haram tersebut diambil dari Caling. Sementara Abi, termasuk Target Operasi (TO) sejak beberapa bulan lalu.

Informasi yang berkembang, kedua tersangka merupakan bandar besar yang menjual sabu ke beberapa bandar kecil di Kota Parigi dan sekitarnya. Namun, pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyingkap informasi tersebut. “ Artinya kami tetap menampung apa yang disampaikan pada saat BAP, tetapi saat ini seperti yang dikatakan mereka adalah bandar yang sudah lama kami jadikan sebagai TO,” tuturnya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 junto pasal 112, subsider pasal 127 dengan ancaman minimal 15 tahun penjara.(ami)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.