Balai Disabilitas “Nipotowe” Palu Wujudkan Pelayanan Berbasis Eco Green

- Periklanan -

SIGI – Kepala Balai Disabilitas “Nipotowe” di Palu, Syaiful Samad saat memimpin rapat akhir tahun di BRSPDI Nipotowe di Palu melakukan evaluasi pelayanan disabilitas intelektual yang sudah dilakukan dan mendorong peningkatan kualitas layanan terhadap disabilitas intelektual. Sejak ditugaskan sebagai Kepala Balai Disabilitas Nipotowe di Palu kurang lebih 2 bulan dari November 2020 lalu, Syaiful berharap dapat memberikan perubahan pelayanan yang lebih baik, yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas intelektual.

“Kita perlu membuat hal-hal baru, yang menjadi ikonik dari karya disabilitas intelektual, sehingga kehadiran Balai Disabilitas “Nipotowe” di Palu sebagai unit Kementerian Sosial dirasakan manfaatnya oleh penyandang disabilitas intelektual dan masyarakat terutama di wilayah Kawasan Timur Indonesia,” Kata Syaiful.

Lebih lanjut, Syaiful menyampaikan bahwa di tahun 2021, Balai Disabilitas “Nipotowe” di Palu akan melaksanakan pelayanan berbasis Eco Green. Jenis-jenis produk usaha yang dikembangkan oleh disabilitas intelektual di arahkan lebih ramah lingkungan, dapat dikerjakan, bahannya mudah didapat, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kita terbuka bekerjasama dengan lembaga lain untuk melaksanakan pelayanan berbasis Eco Green. Contohnya praktik daur ulang kertas dan Art Therapy seperti alat music bambu, bahan-bahannya mudah diperoleh dan dapat dilaksanakan sesuai kemampuan disabilitas intelektual,” jelas Syaiful. 

- Periklanan -

Syaiful juga berencana melengkapi sarana dan prasarana pelayanan dalam balai  termasuk pembangunan gedung dimana semua layanan terintegrasi di dalamnya dan sesuai dengan ragam disabilitas, khususnya disabilitas intelektual. “Dalam satu gedung tersebut di dalamnya akan ada ruang pelayanan assessment, konseling, studio mini dan alat-alat peraga yang diperlukan,” Kata Syaiful.

Bahkan menurut Syaiful, Balai Disabilitas Nipotowe akan membangun “Nipotowe Mart” untuk melatih disabilitas intelektual tentang kewirausahaan, literasi keuangan dan pengetahuan tentang pasar.  “Semua sarana dan prasarana yang ada, disesuaikan dengan kebutuhan disabilitas intelektual,” Jelas Syaiful.

Ia menjelaskan semua rencana tersebut akan dilaksanakan di Tahun Anggaran 2021. Syaiful optimis hal tersebut dapat dikerjakan bila semua pihak terlibat untuk bekerjasama. “Kebersamaan, kompetensi pegawai beserta pengalamannya  merupakan sumber daya yg besar untuk bisa mewujudkan semua harapan itu,” terangnya.

Ia juga menyatakan bahwa “Balai Disabilitas Nipotowe harus menjadi pembeda dalam melaksanakan layanan yang dilakukan terutama karena memiliki karakteristik pelayanan khususnya layanan disabilitas intelektual,” Jelas Syaiful sebagaimana disampaikan  Astrid Tim Humas BRSPDI Nipotowe di Palu kepada Radar Sulteng. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.