Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Balai Bahasa Sebut Tidak Ada Penyalahgunaan

Terkait Dugaan Kasus Anggaran Kelas Pascabencana

PALU – Pihak Balai Bahasa menyebutkan terkait penyelidikan dugaan kasus anggaran kelas pascabencana gempa bumi 28 September 2018 kemungkinan tidak ada penyalahgunaan anggaran.
Kasubbag Tata Usaha yang juga PPK Balai Bahasa, St. Rahma, SS, MPd kepada Radar Sulteng, Rabu (30/5) mengatakan, dalam kasus yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejati) Palu tersebut semua bukti-bukti sudah diserahkan. “Kalau penyalahgunaan anggaran semoga tidak ada. Yang terjadi sebenarnya hanya pada prosedural administrasi,” ujarnya.
Menurut Rahmah, dokumen-dokumen, foto-foto yang dibutuhkan pihak Kejari dan sejumlah pihak juga sudah diserahkan dan dimintai keterangan pihak Kejari. “Selain beberapa pegawai Balai Bahasa para kepala sekolah yang ikut dalam kegiatan tersebut juga sudah dimintai keterangan pihak Kejari,” katanya.
Rahma juga membantah, terkait dugaan nilai anggaran kegiatan sekitar Rp 100 juta yang disebutkan dalam Radar Sulteng edisi Selasa (29/5). “Tidak sebesar itu anggarannya,” katanya tanpa menyebut nilai anggarannya.
Sebelumnya Kasi Intel Kejari Palu, Agus. SH ditemui Radar Sulteng, Selasa (28/5) mengatakan, Sprindik untuk kasus tersebut sudah dikeluarkan sejak 24 April 2019. Saat ini kata Agus, pihak Kejari Palu sedang mengumpulkan bahan keterangan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi. “Sampai dengan saat ini sudah 27 orang yang dimintai keterangan,” jelasnya.
Dasar penyelidikan kata Agus, terkait dugaan penyalahgunaan salah satu jenis kegiatan pascabencana gempa bumi 28 September lalu di Balai Bahasa. “Sejauh ini kami masih melakukan pengumpulan keterangan dari beberapa orang dan tidak menutup kemungkinan yang akan dimintai keterangan akan bertambah,” jelasnya.
Agus belum bisa menjelaskan lebih jauh perkembangan penyelidikan, karena semua masih berproses. Rencana usai libur Idul Fitri, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.”Ada beberapa keterangan dari yang satu ke yang lain sepertinya tidak singkron. Jadi kami akan lanjutkan pemeriksaan habis libur lebaran,” terangnya.(ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.