Bakal Kembali Digusur, Pedagang Bunga Mengadu ke DPRD Palu

- Periklanan -

PALU – Keberadaan pedagang bunga di jalan Tanjung Api yang eksis berjualan beberapa bulan terakhir ini kembali terusik. Beberapa hari yang lalu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu dan Satpol PP meminta kepada pedagang bunga agar segera pindah dari lokasi tersebut.

Perwakilan pedagang bunga saat berdialog dengan Komisi C DPRD Kota Palu kemarin (30/4). (Foto: Arwansyah)

Perintah pindah tersebut dalam bentuk surat dari DLH serta dalam bentuk lisan oleh pihak Satpol PP Kota Palu. Kemarin (30/4), beberapa orang perwakilan pedagang bunga mengadukan persoalan ini kepada komisi C DPRD Kota Palu, dan diterima langsung oleh Ketua Komisi C Sophian R Aswin didampingi beberapa orang anggota komisi lainnya.

“Kami ini sudah tidak tahu mau ke mana lagi. Dari taman GOR kami disuruh pindah di jalan Tanjung Api. Baru beberapa bulan jualan, sekarang disuruh pindah lagi,” keluh Agus, salah seorang perwakilan pedagang bunga, kemarin.

Yang disesalkan pedagang bunga, di dalam surat perintah pindah yang diterima pedagang bunga, tidak solusi tempat berjualan yang baru. Pedagang bunga hanya diminta untuk ‘pindah’ ke rumah masing-masing. Deadline waktunya sampai dengan Rabu (2/5) besok.

“Jadi, kami ini tidak dikasih jualan lagi. Sementara sekarang ini sudah memasuki bulan puasa dan lebaran,” keluh pedagang bunga yang lain.

- Periklanan -

“Surat dari Lingkungan Hidup itu hari Jumat jam sepuluh pagi. Jam dua sore datang lagi petugas Satpol PP kasih ultimatum agar kami diberi kesempatan pindah sampai Rabu (besok, red). Kami jadinya bingung,” ujar Edward, pedagang bunga yang lain menambahkan.

Perwakilan pedagang bunga ini juga mengungkapkan selama ini mereka juga dimintai retribusi kebersihan oleh instansi terkait.

Anggota Komisi C Rusman Ramli menilai mestinya pemerintah kota memberikan kepastian tempat bagi para penjual bunga ini. Bila mendengar kronologisnya ini sebenarnya  pemindahan dari taman GOR ke Tanjung Api ini juga masalah.

“Begitu juga dengan penarikan retribusi. Dan sekarang mereka mau disuruh berhenti jualan,” ujar Rusman.

Hal senada diungkapkan Hamsir, anggota komisi C yang lain. “Saya sangat tidak suka dengan cara-cara pemerintah kota seperti ini. Seharusnya siapkan tempat dulu, setelah itu baru mengeluarkan larangan bagi pedagang bunga berjualan di jalan Tanjung Api,” saran.

Ketua Komisi C Sophian R Aswin berjanji akan berkomunikasi dengan pihak Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu. Pihak akan berupaya agar ada solusi terbaik yang tidak merugikan para pedagang bunga. “Kami akan upayakan agar jangan dulu ada penertiban pedagang bunga Rabu (besok, red) itu,” ujar Sophian. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.