Bagian ke-3 | Ketika Cinta Tak Mengenal Jarak, Ira Enggan Lanjutkan Kisah Asmaranya dengan Fahim

- Periklanan -

Nurisraj alias Ira, wanita asal Kabupaten Donggala, yang menjadi pujaan hati pria asal Banglades, saat berbincang bersama Radar Sulteng, Jumat (17/3).(foto: Ujang Suganda)

Jika sudah jatuh cinta, seseorang akan rela berbuat apa saja. Namun tak jarang pula hanya karena cinta, seseorang nekat melakukan kekerasan terhadap pasangannya sendiri. Hal itu ternyata terjadi pada kisah cinta pria Banglades dengan warga Kabupaten Donggala.

LAPORAN : UJANG SUGANDA


AKHIRNYA sang pencari cinta kembali ke Negara asalnya Banglades. Fahim, warga Banglades itu, berangkat tepat pada pukul 11.40 Di Bandara Mutiara SIS Aljufri, kemarin. Dia pun ditemani oleh sang pujaan hatinya Ira.

Namun kali ini Ira tak sendirian mengantar Fahim. Dia diemani oleh pihak Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Sulteng beserta beberapa anggota kepolisian dari Polda Sulteng. Ternyata, di balik kisah percintaan Fahim dan Ira, terselip perbuatan kekerasan yang sempat dilakukan warga Banglades itu.

Setelah pemberitaan sebelumnya terbit, akhirnya Ira yang bernama lengkap Nurisraj buka suara soal kronologis yang menghebohkan masyarakat Donggala dan Kota Palu itu.

Kepada awak media ini, Ira bercerita panjang lebar. Ada beberapa hal yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta. Wanita berjilbab ini juga menceritakan awal perkenalanya dengan Fahim yang diketahui bekerja di salah satu perusahaan motor di Negara Lebanon.

Dia mengakui, awal perkenalannya memang melalui aplikasi karaoke online, Smule. Perkenalan itu terjadi sejak bula Maret 2016 silam. Rasa keakraban antara keduanya berlanjut ke media sosial lainnya. Salah satunya adalah Whatsapp (WA).

Komunikasi antar keduanya semakin erat. Bahkan sering kali Fahim berkomuniasi dengan adik Ira. Ira juga mengakui sempat ada hubungan yang lebih sekedar teman dengan Fahim. Namun hubungan itu sempat renggang.  Meski masih sempat berkomunikasi, ternyata diam-diam Ira sudah memilki kekasih yang baru, warga pribumi.

Setahun dari awal perkenalan mereka, Fahim bertekad menemui Ira meski sudah mengetahui bahwa Ira telah memiliki kekasih. Tekad yang kuat, membuat Fahim akhirnya benar-benar menemui Ira di Kota Palu. Fahim berangkat dari Negara Lebanon langsung menuju Indonesia.

- Periklanan -

Ira yang mengetahui kedatangan Fahim, kemudian menjemputnya di Bandara Mutiara SIS Aljufri pada Sabtu (11/3) malam lalu. Kedatangan Fahim disambut baik oleh Ira sebagai teman. Setelah sampai di bandara, mereka kemudian pergi makan malam di salah satu rumah makan cepat saji, bilangan Jalan Hasanuddin. Kemudian Fahim memutuskan untuk menginap di salah satu hotel di Jalan Tanjung Santigi.   Di kamar hotel, Ira dan Fahim sempat berbincang-bincang.

Namun Ira mulai takut.  Dirinya pun memutuskan untuk mencoba menelpon  kekasihnya bahwa sedang berada di salah satu hotel bersama Fahim. Setelah keluar dari kamar mandi Fahim sempat menyakan orang yang ditelpon oleh Ira.

Namun Ira mengaku yang ditelponnya adalah adiknya. Tak lama kemudian orang yang ditelpon Ira kembali menelpon. “Pada saat itu saya minta tolong sama orang yang saya telpon. Sebelumnya saya sudah bilang juga sama dia, kalau saya akan menginap di kantorku,” terangnya.

Perasaan panik dan takut yang keluar dari wajah Ira seakan diketahui oleh Fahim. Spontan Fahim terbakar api cemburu dan merampas telpon genggam milik Ira. Parahnya lagi, Ira sempat dipukul di bagian tangan kirinya. “Lebih dari tiga kali tangan saya di pukul,” ungkapnya.

Merasa menyesal, Fahim meminta maaf dan berinisiatif mengobati memar di tangan Ira menggunakan pasta gigi miliknya sendiri. Bahkan menurut Ira, Fahim juga membeli obat di luar hotel.   Namun Fahim menyimpan rasa curiga bahwa Ira akan keluar dari hotel. Pasalnya tak sampai dua menit, Fahim kembali ke kamar dengan alasan ingin mengambil rokok. “Padahal dia tidak ambil juga rokoknya,” tutur Ira.

Berselang beberapa menit kemudian, Fahim kembali ke kamar. Namun kali ini Fahim tidak sendirian. Ada sejumlah rekan dan sanak keluarga Ira yang bersamaan masuk dengan Fahim ke dalam Kamar. “Pada waktu itu saya menggunakan bahasa bugis kepada sepupu saya bahwa Fahim telah memukul,” ujarnya.

Sepupu Ira pun mengambil keputusan agar Ira di bawa pulang ke Donggala. Namun Fahim menolak. Dia meminta agar Ira tetap di hotel bersamanya. “Dia sempat mengamuk ketika saya dibawa keluarga pulang ke Donggala,” kata Ira.

Keesokan harinya Ira kembali ke Kota Palu menuju rumah sakit Budi Agung karena tangannya kesakitan. Tepatnya pada Senin (13/3), Fahim mencari Ira sampai ke Donggala pada malam hari. Fahim pun hanya bertemu adik-adik Ira setelah menanyakan kepada warga. “Jadi saya sempat berbicara melui telpon kepada Fahim bahwa saya tidak berada di Donggala. saya juga suruh dia balik ke hotel,” katanya.

Sayangnya Fahim tetap ngotot, setelah pulang pada malah hari, keesokan harinya Fahim kembali datang ke Donggala. Menggunakan sepeda motor Honda Revo, Fahim langsung menuju kantor polisi untuk meminta bantuan agar dipertemukan dengan Ira. “Setelah itu polisi pun mengantarkannya ke rumah sakit dan bertemu saya,” sebutnya.

Ira pun mengaku, meski sempat menjalin hubungan dengan Fahim, dirinya tidak ingin kembali ke pelukan lelaki asal Negeri Bengali tersebut, lantaran masih trauma. Kalau pun menjalin komunikasi, dirinya masih mau, namun hanya sebatas pertemanan. Meski begitu ternyata Fahim tetap ngotot untuk mempersunting wanita asal Kabupaten Donggala ini, dan berjanji akan kembali nanti. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.