Bagian Ke-2 | Ketika Cinta Tak Mengenal Jarak,  Bagi Fahim Lebih Baik Bunuh Diri Jika Tidak Menikah

- Periklanan -

BAHAGIA : Walaupun sakit Ira (ketiga dari kiri) tetap bahagia bersama pujaan hati dari Bangladesh Fahim (kedua dari kiri), yang saat itu dikelilingi para anggota Polisi di RS Budi Agung. (Foto:Istimewa)

TAK mau kehilangan kekasih, datang dari negeri Bangladesh, salah satu negara di Asia Tenggara yang beribukota Dakka ini, Fahim mengarungi ribuan kilometer hanya kesumatnya dengan seorang gadis pujaan hati Ira dari Donggala. Lewat media Smule, pertautan dua hati ini belum berakhir.

LAPORAN : UJANG SUGANDA

JIKA seseorang sudah jatuh cinta kepada lawan jenisnya, maka segala upaya bisa saja dilakukan. Tak sedikit orang yang rela berkorban demi sebuah cinta. Bahkan hanya karena cinta seseorang juga bisa berbuat nekat yang bisa membahayakan dirinya.

Hal ini juga yang dialami warga negara Banglades bernama Fahim. Dia memang sempat menghebohkan warga kabupaten Donggala dan Kota Palu karena jauh-jauh datang ke Indonesia hanya untuk menemui sang pujaan hatinya bernama Ira.

Kedatangan Fahim juga sangat menghebohkan dunia maya. Bukti cinta Fahim juga terlihat ketika dirinya selalu berada di samping Ira yang terbaring lemah di rumah sakit, di RS Budi Agung Palu. Sampai-sampai beberapa orang memposting foto Fahim bersama Ira ke sosial media facebook.

- Periklanan -

Bukti kecintaan Fahim juga terlihat ketika dirinya berada di kantor Polsek Banawa, Selasa (14/3) kemarin. Di depan polisi dan puluhan warga, Fahim sampai mengeluarkan air mata agar bisa dipertemukan dengan Ira.

Polisi pun sempat geleng-geleng kepala. Warga pun ada yang tertawa mendengar pengakuan Fahim di depan polisi. Yang lebih mengangetkan, Fahim berkata lebih baik bunuh diri jika tidak jadi menikah dengan Ira.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Banawa, Aiptu Andi Akbar, bukti cinta Fahim memang benar ketika dilihat dari raut wajahnya dan juga tingkahnya saat mendatangi kantor polisi. “Bayangkan saja di depan para polisi dan warga dia sampai menangis,” ujarnya setelah Fahim diantar pihak kepolisian menemui sang pujaan hati.

Memang pada saat itu kata Andi, Fahim hanya bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris, namun ada penerjemah yang hadir di Polsek Banawa. “Jadi kita bisa ambil kesimpulan kedatangannya memang karena cinta mati,” ungkap Andi sembari tersenyum.

Namun, informasi terakhir yang dihimpun media ini, Fahim telah meninggalkan Kota Palu pada Kamis (16/3) kemarin. Hal itu juga diungkapkan pihak keluarga Ira kepada pihak kepolisian Banawa. Pulangnya Fahim ke negara asalnya bukan karena patah hati, melainkan ingin mengajak orang tuanya datang ke Donggala. “Keluarganya Ira baru-baru saja datang melapor ke Polsek,” ujarnya.

Namun ada persoalan lain ketika keluarga Ira datang ke Polsek Banawa. Menurut Andi, mereka ingin melaporkan bahwa Fahim pernah melakukan pemukulan terhadap Ira beberapa waktu lalu. “Mereka datang meminta dibuatkan laporan bahwa Ira pernah dipukul Fahim, tapi itu sudah lama,” terangnya.

Lanjut Andi, saat ini pihak kepolisian belum memberikan laporan tersebut karena belum ada diserahkan bukti hasil visum kepada polisi sebagai bukti bahwa kejadian itu memang benar. “Kita tidak bisa keluarkan karena hasil visumnya tidak ada. Seharusnya kalau memang benar seperti itu, segera laporkan dengan bukti-buktinya,” tandasnya.(***)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.