Ayo Benahi Perizinan

- Periklanan -

PALU-Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Palu Musafir Muhaimin, yang juga Direktur Utama PT. Apinindo Cipta Sejati, yang hadir dalam sebauh diskusi tentang membangun Kota Palu mengatakan, saat ini yang dibutuhkan oleh para pengembang (pengusaha real estate) adalah proses perizinan yang mudah dan cepat.

Kepada Radar Sulteng, Musafir menjelaskan sebagai pengusaha di bidang perumahan atau real estate, salah satu yang bisa cocok adalah Ayo Benahi Kota Palu. “Kalau saya katakan ayo benahi perizinan supaya lebih memudahkan iklim investasi di Kota Palu, “ ujarnya.

Menurutnya, hal inilah yang bisa disampaikannya bahwa masalah-masalah investasi pembangunan di bidang perumahan Kota Palu yang kendalikan oleh REI bersama pengurus lainnya adalah masalah perizinan yang dianggap prosesnya masih lamban. Masih berbelit-belit.

Karena itu, tandas Musafir, gerakan-gerakan meski dalam sebatas diskusi merupakan salah satu momentum untuk berdiskusi dengan salah satu bakal calon (balon) Walikota Palu Imelda Liliana Muhidin Said bagaimana kedepan perizinan semua dimudahkan, dipercepat karena bagi pengusaha pengembang itu adalah lambatnya perizinan dan selalau menghambat waktu.

- Periklanan -

“ Yah, kita pengusaha pengembang maunya selalu cepat, “ tegasnya.

Dirinya menjelaskan, yang dimaksud cepat dalam artian tidak menyalahi ketentuan-ketentuan apa yang sesuai dengan peraturan pemerintah, harus dipatuhi dan dilaksanakan.

Sebagai contoh, sebagai pengembang di perumahan di Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat juga memasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten dalam hal BPHTB atau Perolehan Hak Atas Tanah dan bangunan.

“Jadi setiap pembelian satu unit rumah itu ada yang namanya pajak BPHTB yang disetorkan kepada kas Pemda, pajak PPH yang disetor kepada negara. Kalau saya hitung-hitung harga jual Rp 146 juta, BPHTBnya dalam satu unit itu kurang lebih Rp 4,3 juta, dikali dengan jumlah pembangunan sekitar 700 unit setiap tahunnya itu sudah dapat memasukan PAD sekitar Rp 3 miliar, “ paparnya.

Olehnya itu, kata Musafir, diharapkan siapaun yang jadi pemimpin Kota Palu kedepan, dalam tata kelolanya ada kontribusi aktif dari pengembang bagaimana akses jalan setiap pekumiman, hubungan lokasi pengembang antara si A dan si B menghadirkan koneksi jalan yang bisa dirasakan oleh masyarakat penghuni di dalam kawasan perumahan.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.