Ayah dan Anak Ditemukan di Longsoran Salua

Diduga Korban Gempa Bumi 28 September 2018

- Periklanan -

PALU – Pengendara yang melintas di jalan Poros Palu-Kulawi, Kabupaten Sigi, tepatnya di longsoran antara desa Salua dan Sadaunta dikejutkan dengan penemuan mayat. Alat berat yang sedang membuka jalan yang tertimbun longsor tanpa sengaja menemukan mayat sekaligus dengan sepeda motornya, Kamis (23/5).
“Saya tertahan karena ada alat berat kerja, antara Salua dan Sadaunta,” kata salah seorang pengendara, Rosita saat dikonfirmasi Radar Sulteng, Kamis siang sekitar pukul 11.00 wita via telepon.
Guru di SMA 5 Sigi ini mengakui mayat berjenis kelamin laki-laki ini sudah mengeluarkan bau tak sedap dan menyengat. Di lokasi juga sepeda motor Honda Revo ditemukan bersama mayat yang diduga korban dari gempa 28 September 2018 tersebut.
“Revo warna hitam, saya sudah tidak perhatikan plat motornya. Kondisinya rusak parah, setirnya sudah bengkok,” lanjut Rosita.
Dia mengungkapkan, setelah ditemukan kedua mayat itu sementara waktu diletakan di pinggir jalan, sambil menunggu pihak kepolisian atau instansi terkait untuk mengevakuasi.
“Selain warga, dari Dinas PU juga berada di lokasi, ada orang Dinas Kesehatan juga. Saya lihat sibuk menelepon untuk evakuasinya,” terang Rosita.

- Periklanan -

Sementara itu, data dari Polres Sigi bahwa dua jenazah ditemukan pukul 09.00 wita di ruas jalan poros Palu – Kulawi, tepatnya di Desa Salua, Kecamatan Kulawi.
Adapun identitas korban Nataniel Bago (50) pekerjaan petani dari Desa Ranteulu, Kulawi, dan anaknya Okto
(23).
Kronologis penemuan dua jenazah tersebut, saat dilakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan alat berat jenis exavator oleh Dinas Bina Marga dan PenataanRuang Sulteng, sebagai pelaksana PT. KMP GROUP, ditemukan dua jenazah oleh operator excavator, Rony. Ditemukan saat melakukan penggalian pada kedalaman di ruas jalan yang sebelumnya tertimbun longsor. Selanjutnya ke dua jenazah diangkat dengan menggunakan baket alat berat yang kemudian diletakan di pinggir ruas jalan.
“Satu unit roda dua jenis Honda Revo dan tas yang terbungkus plastik diduga barang- barang milik korban” kata AKBP Wawan Sumantri melalui releasenya.
Jenazah berserta barang – barangnya diserahkan kepada Polsek Kulawi. Kronologis kejadian korban pada 28 September 2018 lalu, korban melintasi jalan poros Palu-Kulawi yang bertujuan ke arah Palu.
Pukul 18.00 wita telah terjadi bencana alam gempa bumi, yang berakibat gunung di dataran Kecamatan Kulawi khususnya di tempat TKP korban longsor, dan mengakibatkan korban tertimbun reruntuhan tanah bercampur kerikil dan batu.
“Selanjutnya kedua mayat dibawa ke rumah Dinas Camat Kulawi untuk disembahyangkan, dan dibawa ke Desa Rantewulu dimana korban tinggal,” tutup Wawan. (acm/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.