Awali Tahun Baru dengan Tahajud Berjamaah

- Periklanan -

PALU-Musala Al Mubarak menjadi tempat pelaksanaan Salat Tahajud berjamaah pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu bersama masyarakat di malam pergantian tahun 2018-2019, Selasa dini hari (1/1). Pemilihan Musala Al Mubarak sebagai tempat pelaksanaan Salat Tahajud berjamaah karena Musala ini menjadi saksi bisu dahsyatnya terjangan tsunami 28 September 2018 lalu. Jaraknya tidak lebih 200 meter dari Pantai Teluk Palu. Bangunan di sisi kiri dan kanan, musala yang mungil ini porak poranda. Tiga bulan lebih pascabencana, di sekitar lokasi Musala Al Mubarak masih tergambar dahsyatnya musibah itu.
Penasehat MUI Kota Palu, H Syamsudin Oemar menceriterakan musala yang dibangunnya beberapa tahun lalu itu. Di hari pertama pasca tsunami, dipenuhi lumpur dan sampah bertumpuk di dinding bagian luar musala.
“Sehari setelah tsunami. Ini timbunan lumpur dan sampah semua. Setelah sebulan tsunami, jadi begini (bersih seperti sediakala),” kata H Syamsudin Oemar yang juga Komisaris PT Macindo Mitra Raya sambil menjelaskan, dia fokus membenahi beberapa rumah ibadah sebelum membenahi usaha-usahanya yang juga terdampak gempa dan tsunami.
Musibah yang menimpa Kota Palu ini kata penasehat MUI Palu, adalah teguran dari Allah. Kepada masyarakat Kota Palu, H Syamsudin berpesan untuk terus meningkatkan ibadah. Memperbaiki ibadah kepada Allah, dan menjaga silaturahmi sesama ciptaan Allah. Kata dia, musibah yang sudah menimpa masyarakat Palu, jangan sampai membuat masyarakat makin bercerai-berai. Sebaliknya, kata H Syamsudin hubungan silaturahmi harus makin dijaga dengan baik.
“Mari kita bersyukur kepada Allah. Kita telah melewati cobaannya. Bisa selamat. Berarti kita ini diperingati keras,” ujarnya.
Ketua MUI Palu, Prof Dr Zainal Abidin MAg yang mengisi ceramah usai Salat Tahajud menjelaskan, tahun baru 2019 ini, MUI Palu mengawalinya dengan Salat Tahajud berjamaah dengan harapan, mengawali tahun dengan sesuatu yang baik, bisa menjalani sepanjang tahun 2019 dengan hal-hal yang positif.
“Tahun yang baru ini diawali dengan ibadah kepada Allah. Saya optimis, insyaallah kehidupan kita, di tahun ini akan jauh lebih baik,” ucapnya.
Dalam ceramahnya, Rektor pertama IAIN Palu ini banyak menyinggung mengenai persatuan umat yang mesti dikuatkan kembali. Dengan cara, mencerdaskan umat Islam dalam memahami ajaran agama. Pakar pemikir Islam modern ini mengungkapkan, pasca musibah yang menimpa Palu, beberapa relawan yang datang dari luar daerah. Selain membawa bantuan untuk korban bencana, beberapa di antaranya juga membawa paham-paham keagamaan di tengah masyarakat.
“Menurut hemat saya. Umat Islam, khususnya di Kota Palu, ke depan kita harus membangun kembali ukhuwah islamiyah. Kita harus membangun kembali persatuan umat. Yang saya kira sudah mendapat pengaruh dari luar. Akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi, banyak orang datang memberi bantuan. Tapi sekaligus membawa aliran dan pahamnya masing-masing. Dan itu dirasakan masyarakat kita,” kata Prof Zainal dengan nada serius.
Selain melaksanakan Salat Tahajud berjamaah yang diimami KH Ahmad Asse, usai Salat Subuh, juga dilaksanakan pembacaan wirdu latif yang dipimpin Wakil Ketua MUI Palu, Sagir M Amin. Jamaah yang hadir, usai salat Subuh berjamaah, dihidangkan menu nasi kabuli, makanan khas Arab. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.