Atribut Tanda Pangkat dan Jabatan Resmi Diberlakukan bagi ASN

- Periklanan -

Gubernur H Longki Djanggola secara simbolis memasangkan tanda pangkat dan jabatan kepada pejabat eselon IIA, IIB, IIIA, IVA lingkup Pemprov Sulteng, Senin (3/4). (foto: Awal)

PALU- Senin (3/4) Gubernur H Longki Djanggola meresmikan sekaligus mencanangkan pemakaian tanda pangkat dan tanda jabatan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulteng.

Pencanangan ditandai dengan pemasangan tanda pangkat dan jabatan oleh Gubernur secara simbolis kepada Pejabat Eselon IIA, IIB, IIIA, IVA pada upacara di halaman kantor gubernur.

Pemasangan itu sekaligus menandakan pemakaian tanda pangkat dan jabatan serentak berlaku bagi seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam amanatnya Gubernur berpesan kepada seluruh ASN untuk mengikuti ketentuan terutama dalam berpakaian.

Dia mengingatkan baik pejabat dan staf mulai saat ini dalam berpakaian harus menggunakan tanda pangkat dan tanda jabatan. Bila ada pegawai yang tidak menggunakan tanda pangkat dan tanda jabatan akan diberikan sangsi yang tegas. “Untuk itu saya tegaskan kepada pegawai yang tidak disiplin agar jangan paksa saya untuk berbuat apa yang tidak anda suka,’’ tegas Gubernur.

- Periklanan -

Gubernur juga menyampaikan bahwa pemakaian tanda pangkat dan jabatan bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk meningkatkan disiplin.

‘’Karena dengan memakai tanda pangkat dan tanda jabatan saudara akan malu pada jam kerja berkeliaran di pasar, di mal dan tempat-tempat yang tidak semestinya,’’ kata Gubernur.

Di bagian lain Gubernur menyinggung soal pemberian tunjangan kinerja. Kata Gubernur dalam pemberian tunjangan kinerja pegawai lingkup Pemerintah Provinsi Sulteng diberikan berdasarkan kinerja. Sehingga pegawai setiap harinya harus membuat laporan apa yang dikerjakan setiap harinya dan selanjutnya dievaluasi atasannya.

Bagi yang tidak bekerja pegawai tersebut tidak memperoleh tunjangan kinerja bukan seperti tahun sebelumnya.

‘’Saudara tidak bekerja tetap menerima tambahan penghasilan dan hal itu menimbulkan ketidakadilan kepada pegawai yang sungguh–sungguh bekerja tetapi menerima tambahan penghasilan yang sama dengan pegawai yang tidak bekerja,’’ kata Gubernur. (awl/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.