ATM Bisa Diakses, Listrik Sudah Mulai Pulih

- Periklanan -

FOTO: NUR SOIMA ULFA/RADAR SULTENG
TARIK TUNAI: Beberapa warga Palu mengunakan ATM untuk menarik uang tunai di Bank Mandiri Cabang Utama Palu, di Jalan Sam Ratulangi, Rabu siang (3/10).

PALU-Memasuki hari ke-5 pascagempa, berangsur-angsur sektor ekonomi mulai pulih. Hal ini ditandai dengan telah berfungsinya fasilitas ATM di Kota Palu, meski sangat terbatas.

Pantauan Radar Sulteng, ATM yang beroperasi yakni di Bank Mandiri Cabang Utama Palu, Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur. Di ATM ini tampak warga menari uang tunai. Sementara, di luar ATM petugas gabungan TNI Polri tampak berjaga.

Eksan, polisi Polda Metro Jaya Jakarta yang diperbantukan ke Palu, mengungkapkan dirinya telah berjaga di bank sejak Senin (3/10). Sejak itu pula ATM berfungsi. Adapun jam operasional layanan ATM sejak pukul 09.00 sampai 17.00 WITA.

“Bisanya juga sampai jam 4 sore, tergantung ketersediaan bahan bakar,” ungkap Eksan. Dia menambahkan sejak dibuka layanan ATM, tidak ada ancaman keamanan yang bararti.

- Periklanan -

Selain layanan ATM yang mulai pulih, aliran listrik juga pulih. Meskipun sangat terbatas dan hanya di wilayah tertentu saja. Seperti di kawasan kantor Telkom Jalan Juanda dan Markas Korem 132 Tadulako Jalan Sudirman, yang merupakan pusat Komando Operasi Tanggap Darurat Bencana.

Pantauan Radar Sulteng Rabu sore pukul 17.45 WITA, aliran listrik juga ada di sekitar posko pengungsian Taman Vatulemo Palu, yang merupakan alun-alun kantor Wali Kota Palu. Begitu pun di Posko Pengungsian Rujab Gubernur Sulteng di Jalan Muh. Yamin. Hal ini juga tampak dari menyalanya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Selain itu, situasi Kota Palu sudah mulai kondusif. Beberapa SPBU di Kota Palu sudah mulai beroperasi dengan pengawalan ketat petugas gabungan TNI-polri lengkap dengan senjata. Seperti yang terpantau di SPBU Muh. Yamin, SPBU Yos Sudarso dan SPBU Sisingamangaraja.

Di tiga SPBU ini tampak warga antri teratur dengan menjejerkan jerigen mereka.Tampak ratusan jeringen diikat dengan tali. Jeringen ini milik warga yang mengunakan kendaraan roda dua. Sementara warga dengan kendaraan roda empat mengantri bersama kendaraannya.

Namun berbeda dengan sehari sebelumnya, di mana setiap warga dibatasi hanya membeli seharga Rp30 ribu perjeringen, kali ini pantauan Radar Sulteng setiap jeringen bisa diisi full sebanyak 5 liter.(uq)

 

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.