Asyik Berduaan, Ditodong, HP dan Motor Melayang

- Periklanan -

Ilustrasi (@pojoksatu.id)

PALU – Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang menimpa Gusti Martin Gunandi (21), Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palu, Jumat (30/6) sekitar pukul 21.00 Wita, resmi dilaporkannya ke pihak berwajib Sabtu (1/7) lalu.

Kejadian itu bermula saat Gusti sedang asyik berduaan di taman kota Bundaran Hasanudin Palu, bersama teman wanitanya bernama Nadira. Tiba-tiba didatangi dua Orang Tidak di Kenal (OTK) yang awalnya meminta uang Rp50 ribu, kemudian 5 unit HP dan motor DN 3702 NK miliknya, berhasil dibawa lari dua orang tersebut.

- Periklanan -

“Saat itu saya hanya ada uang Rp5 ribu, mereka tetap memaksa mengambil uang itu, jadi saya berikan Rp5 ribu itu, terus mereka langsung pergi,” ungkapnya, usai dilakukan BAP oleh Unit II Reskrim Polres Palu, Minggu (2/7) kemarin.

Setelah itu, lanjut Gusti, dua pelaku kembali lagi menghampirinya dan dirinya ditodong dengan sebilah parang di bagian leher, kemudian meminta agar mengeluarkan HP, akhirnya 3 unit HP diserahkan kepada pelaku. “Dia bilang kalau saya melawan saya mati, dengan posisi parang ada di leher saya, setelah itu temannya yang satu disuruh untuk menggeledah teman saya, diambillah dua HP teman saya. Jadi jumlah HP yang mereka ambil 5 unit ,” jelasnya.

Kemudian korban dimintakan untuk mengantarkan kedua pelaku menuju ke Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, dengan mengendarai sepeda motor, dan dalam perjalanan posisi korban berada di tengah, kemudian pelaku terus mengancam korban, setiba di jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Bank Danamon, korban bersama pelaku terjatuh dari motor. “Saat jatuh itu saya langsung lari minta tolong, akan tetapi tidak ada yang mau menolong saya, kemudian pelaku membawa lari motor saya,” terang Gusti.

Sementara pihak Polres Palu membenarkan bahwa adanya laporan kasus Curas di lokasi taman Kota, dan saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Reskrim Polres Palu, dan telah selesai dilakukan BAP oleh penyidik Unit II Reskrim Polres Palu. “Korbanya masih kami BAP, dan tentunya kasus ini sudah kami tangani,” ungkap salah seorang penyidik.(cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.