Asusila, Mantan Anggota DPRD Palu Ditahan

- Periklanan -

Ilustrasi (@kabarjombang.com)

PALU – Mantan anggota DPRD Kota Palu, Abdul Rahman Rifai dijebloskan ke penjara, setelah penyidik Polda Sulteng menemukan adanya bukti keterlibatannya dalam kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

Abdul Rahman resmi ditahan pihak penyidik Sub Direktorat IV/Renakta (Remaja, Anak dan Wanita) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng sejak Selasa (20/6).

Kasus dugaan asusila yang melibatkan mantan anggota DPRD Kota Palu ini, bermula dari laporan polisi nomor : 81/ II/2017/SPKT tertanggal 20 Februari 2017, yang dilaporkan orang tua dari korban berinisial RR (16). Warga Kelurahan Baiya ini disebut, telah melakukan tindakan asusila terhadap korban RR, yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jika kejadian asusila terhadap anak di bawah umur ini, terjadi pada 1 Februari 2017, sekitar pukul 19.00 wita. Korban yang memang mengenal Abdul Rahman sebagai pamannya, mau saja ketika diajak pergi untuk membeli kaca mata. RR kemudian dijemput dari rumahnya oleh Abdul Rahman.

- Periklanan -

Korban juga sempat dijanjikan akan dibelikan celana paskibraka, namun di tengah perjalanan tepatnya di bawah jembatan IV (empat) Palu, Jalan Raja Moili, Abdul Rahman yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, menghentikan kendaraannya. Oleh tersangka, korban dipaksa untuk memegang kemaluan pelaku. Aksi tidak senonoh ini pun, dilaporkan RR kepada orang tuannya, dan kasus tersebut pun akhirnya dilaporkan ke Polda Sulteng pada 20 Februari 2017.

Dikonfirmasi terkait dugaan kasus asusila yang melibatkan anak di bawah umur ini, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto membenarkan, bahwa kasus tersebut tengah ditangani Subdit IV/Renakta Ditreskrimum.  Tersangka sendiri, kata Hari, juga langsung dilakukan penahanan.

“Yang bersangkutan sudah langsung kami tahan di rumah tahanan Polda, karena penyidik sudah memiliki alat bukti permulaan yang cukup,” tutur Hari.

Sebelumnya kata mantan Kapolres Buol ini, pihaknya sudah memeriksa korban maupun saksi dalam kasus ini. Abdul Raham sendiri, sempat dipanggil sebagai saksi sebanyak dua kali, namun selalu mangkir. Hingga akhirnya datang pada Senin (19/6) untuk diperiksa dan langsung ditetapkan sebagai tersangka serta dilakukan penahanan.

Atas perbuatannya tersebut, mantan anggota DPRD dua periode ini, dijerat pasal 81 dan pasal 82 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan dari undang-undang Republik Indonesia nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama selama 12 tahun penjara,” tandas Kabid Humas. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.