Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Asupan Gizi Seimbang untuk Jaga Imunitas Saat PPKM Darurat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang
berlangsung 3-20 Juli di Jawa dan Bali memperketat aktivitas masyarakat demi menurunkan laju
penularan COVID-19. Dengan pemberlakuan PPKM Darurat, masyarakat kembali diimbau untuk
memprioritaskan aktivitas dari rumah saja.

“Selama masa PPKM Darurat, selain menggalakkan 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi,
masyarakat juga harus menjaga imunitas tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang agar
imunitas tubuh tetap terjaga,” terang Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr.
dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI pada Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP,
Kamis (8/7).

Bicara soal gizi yang perlu dikonsumsi di masa pandemi, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. Sheena
RA, M.Gizi, SpGK mengatakan, bagi pasien yang positif COVID-19, sebaiknya konsumsi makanan
disesuaikan dengan kebutuhan energinya, serta mencakup gizi makro (karbohidrat, protein, lemak)
dan mikro (vitamin, mineral). “Tidak ada satu jenis makanan yang bisa sangat baik mencegah dan
mengobati COVID-19. Mereka yang terkena COVID-19 tetap harus mengonsumsi makanan bergizi
seimbang, yang tujuannya untuk memperbaiki imunitas tubuh,” terangnya.

Menurut dr. Sheena, saat terkena infeksi, umumnya tubuh membutuhkan asupan protein lebih
tinggi, minimal 1,2 gram protein per kg berat badan per hari, dengan catatan fungsi ginjalnya baik.
“Jika asupan protein dari menu harian tidak cukup, bisa ditambahkan suplementasi protein misalnya
susu. Namun tidak boleh hanya minum susu saja lantas melupakan gizi yang lain” ujarnya.

dr Sheena menambahkan, pasien COVID-19 juga harus mengonsumsi buah dan sayur sebagai
sumber vitamin dan mineral dengan memperhatikan kaidah gizi seimbang, “Tidak boleh ada
makanan yang dihilangkan atau diganti dengan yang lain dalam jumlah lebih banyak,” ujar.

Selain itu, bagi pasien COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah dan mengalami kehilangan
penciuman maupun pengecapan, disarankan tetap makan seperti biasa, kalau perlu dipaksakan.
Bisa dibantu juga dengan melunakkan atau mencincang lauk agar mudah dicerna. Begitu pula
dengan pasien COVID-19 anak-anak, harus menjaga asupan makanan kurang lebih sama dengan
orang dewasa.

Sedangkan untuk mencegah tertular COVID-19, protokol kesehatan ditambah vaksinasi merupakan
upaya pencegahan terbaik yang bisa dilakukan saat ini. “Pakailah masker bedah dan kemudian
masker kain untuk memberikan perlindungan optimal. Pastikan semua area tertutup dengan baik.
Usahakan di rumah juga mengenakan masker sebagai upaya pencegahan. Kalau selama ini rutin
makan bersama sebaiknya selama pandemi makan bergantian dulu mengingat klaster di rumah
bisa terjadi,” ujar Prof. Iris.

Detri Warmanto, salah satu penyintas COVID-19 yang terpapar pada awal-awal pandemi, berbagikiat agar tetap bugar selama dan setelah terpapar. “Saya usahakan konsumsi makanan berprotein
tinggi, tiap hari olahraga ringan untuk menaikkan endorfin tubuh. Selain itu saya berpikir positif dan
menjaga suasana hati tetap baik. Ini membantu proses kesembuhan juga agar tes PCR cepat
negatif,” ujarnya.

Detri menceritakan, keluarga dan teman memberikan dukungan luar biasa saat dirinya melawan
COVID-19 setahun lalu. “Makanya sekarang saya selalu kasih semangat ke orang-orang yang
tengah berjuang. Makan bergizi, tetap semangat dan berdoa. Lakukan hal-hal menyenangkan
selama isolasi mandiri. Jaga agar mental tidak terpengaruh itu penting bagi pejuang COVID-19,”
pungkasnya. (*/ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.