Asrama Pesantren Model Siniu Parimo Diresmikan

- Periklanan -

MEGAH : Asrama pesantren model Siniu terlihat megah. Pembangunan gedung berlantai tiga itu merupakan bantuan dari Kementerian PU Pera. (Foto: Aslan Laeho)

PARIMO-Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Dr Ir Rusdi Bachtiar Rioeh Spi, MPM, MM meresmikan asrama pesantren model Siniu, Jumat (24/2) pekan lalu.

Bangunan megah berlantai tiga tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) yang merupakan rangkaian bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) setelah menjadi penyelenggara Sail Tomini tahun 2015 lalu. Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola MSi, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas selesai pembangunan asrama tersebut.

Dia berharap asrama yang mampu menampung 300 santri tersebut dapat memberi manfaat sosial bagi masyarakat khususnya bagi para santri yang tengah menuntut ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum lainnya. Gubernur mengatakan, kesehatan dan pendidikan merupakan tujuan besar pembangunan yang amat mendasar karena kedua bidang itu merupakan hal penting dalam pembentukan keadilan sosial, kesejahteraan, pengetahuan dan daya saing masyarakat.

- Periklanan -

“Peningkatan kesehatan dan pendidikan menurut hemat saya adalah nilai investasi yang sangat implikatif untuk bisa membebaskan masyarakat dari jerat kemiskinan dan kebodohan yang nantinya akan bermuara pada bangkitnya produktivitas masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidupnya secara lebih signifikan,”ujar Gubernur.

Sementara itu Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu dalam sambutannya mengatakan, selain asrama bagi para santri, bangunan megah juga diharapkan dapat digunakan untuk merehabilitasi para generasi muda yang menjadi korban narkoba. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk pembinaan keagamaan bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Pasalnya berhadapan dengan asrama itu juga telah dibangun Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) Songulara Kabupaten Parimo.

“Narkoba saat ini sudah sangat membahayakan, karena selain orang dewasa juga sudah digunakan oleh anak-anak. Saya berharap asrama ini juga dapat digunakan untuk membimbing anak-anak yang menjadi telah korban narkoba,”ujar Samsurizal.

Kedepan, Samsurizal juga berharap agar bangunan itu dapat menjadi pusat pengembangan Islam di Kabupaten Parimo yang melahirkan santri-santri yang berkualitas.

Kepada masyarakat Kecamatan Siniu, Samsurizal berharap agar ikut menjaga berbagai fasilitas yang dibangun di kecamatan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama.(aji)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.