ASN Buol Ditangkap Bawa Sabu

- Periklanan -

BUOL-Satuan Reserse Narkoba Polres Buol, berhasil mengamankan satu paket diduga narkotika jenis Sabusabu seberat 3.88 gram dari tangan seorang warga berinisial J alias U (41) yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Buol. Penangkapan dilakukan di salah satu agen rental mobil jurusan Buol-Palu, setelah adanya laporan dari masyarakat.
“Kami baru saja menangkap pelaku pengedar narkoba jenis sabu di salah satu agen rental mobil jurusan Buol-Palu di Buol,” ungkap Kasat Res Narkoba Polres Buol, IPTU Jefry Makal, kepada Radar Sulteng, Rabu (16/1).
Dia mengatakan, setelah informasi dari masyarakat masuk, diduga adanya sebuah paket narkotika yang telah dititipkan ke salah satu mobil rental dari Palu tujuan Buol. Tim buru sergab (Buser) Polres Buol langsung melakukan penyelidikan di lapangan, tepatnya pada Minggu (13/1) pukul 14.45 wita.
Sat Narkoba Polres Buol yang dipimpin langsung Kasat Narkoba IPTU Jefry Makal berhasil melakukan penangkapan terhadap J terduga sebagai pelaku tindak pidana penyalagunaan narkotika jenis sabu yang masuk ke Buol.
Barang bukti (babuk) yang berhasil diamankan polisi yakni satu paket plastik bening yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 3,88 gram, berikut 1 buah paket dos berwarna cokelat yang bertuliskan nama seseorang dengan alamat Buol, alat motor sobreker dan hagel, busi dari pengirim yang ada di Palu yang di dalamnya berisikan dua buah botol air yang sudah tidak terpakai, satu buah pembungkus rokok Marlboro warna merah yang telah dibungkus dengan lakban berwarna cokelat. Selain itu juga ditemukan satu buah handphone android merk Oppo berwarna hitam, satu lembar kartu ATM BRI, uang tunai sebesar Rp 350 ribu, dengan pecahan tiga lembar uang Rp 100 ribu, satu lembar uang Rp 50 ribu.
Saat penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Pelaku kini ditahan di sel Polres Buol dan semua babuk disita untuk dilakukan pengembangan.
Pelaku, kata Jefry Makal, dijerat UU nomor 35 tentang Narkotika, pasal 112 dengan ancaman maksimal empat tahun penjara, dan maksimal 20 tahun penjara. “Selanjutnya kami masih melakukan penyidikan tentang pelaku dan jaringannya di luar daerah Buol, “ tandas Jefry. (tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.