ASN Banggai Wajib Pakai Batik Nambo

- Periklanan -

Bupati Banggai, Herwin Yatim dan Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo menyatakan bangga memakai baju batik Nambo. (Foto: Steven Laguni)

LUWUK–Setelah sukses mempromosikan kain tenun dan batik Nambo ke mancanegara, melalui kegiatan International Fashion dan Arts Week di New York, Amerika Serikat, medio September lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai akhirnya mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai batik kebanggaan masyarakat Kabupaten Banggai tersebut.

Kewajiban untuk memakai batik Nambo bagi seluruh ASN akan diberlakukan sejak Kamis (19/10) mendatang, dan hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Mustar Labolo, kepada sejumlah pimpinan OPD dan ASN di ruang rapat umum kantor Bupati Banggai.

“Mulai Kamis depan, semua ANS wajib pakai batik nambo,” katanya.

- Periklanan -

Bagi Mustar, sudah saatnya masyarakat Kabupaten Banggai merasa bangga dengan daerahnya sendiri. Sebab Kabupaten Banggai terkenal hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Bukan hanya dari sektor sumber daya alam yakni minyak dan gas, tapi dari sektor pariwisata dan budaya juga telah memperkenalkan Kabupaten Banggai. “ Orang Amerika saja mau memakai batik Nambo, terus mengapa kita tidak ?” tanyanya.

Oleh karena itu, lanjut Ketua DPC Garindra Kabupaten Banggai ini, sudah menjadi kewajiban dan keharusan bagi seluruh ASN untuk memakai batik Nambo setiap hari Kamis.

Ketegasan Wabup mendapat apresiasi dari seluruh ASN yang datang saat itu, seraya berharap agar tahun depan, setiap pimpinan OPD mengalokasi anggaran belanja pakaian batik bagi pegawainya.

“Apa yang diperintahkan pak Wabup pasti akan kami laksanakan. Tapi jujur harga kain batik Nambo dan ongkos jahitnya sungguh mahal. Tak sebanding dengan harga kain batik yang dijual bebas di pasar. Untuk itu, kami menyarankan kepada pimpinan OPD, agar kiranya tahun depan berkenan mengalokasikan anggaran belanja pakaian batik Nambo. Tujuannya adalah untuk meringankan beban para ASN, yang gaji dan tabungannya sudah tergadaikan di bank,” ucap beberapa ASN yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada Radar Sulteng.(stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.