Aset Rp5 Miliar Terancam Tertimbun Longsor

Pembangunan SPAM Bansel Terkesan Abaikan Dampak Bencana

- Periklanan -

DONGGALA – Selain menyebabkan kerugian negara, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bansel juga terancam tak bisa lanjut beroperasi. Pasalnya aset yang dibangun dengan anggaran Rp5 miliar tersebut terancam tertimbun longsor.
Dari pantauan Radar Sulteng, Senin (12/8) kemarin, posisi rumah jaga yang bersebelahan dengan jaringan induk SPAM itu dibangun di lereng gunung. Kondisi bangunan SPAM saat ini sudah mulai tertimbun material dari lereng gunung. Bangunan rumah jaga yang sebelumnya memiliki pondasi yang tinggi, kini sudah mulai tertimbun material tanah.

Bahkan belum lama ini, material tanah dan kerikil itu sudah masuk ke dalam bangunan dan rumah jaga. Hal itu dibenarkan oleh penjaga SPAM. “Kami belum tempati itu rumah. Kemarin saya habis bersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah ini,” ungkap wanita yang disapa mama ica ini.

- Periklanan -

Dia membenarkan bahwa dulunya pondasi bangunan itu terlihat tinggi. Kini posisi rumah terlihat pendek akibat material yang mulai menimbun sisi pondasi rumah dari arah belakang. “Lalu ini pondasi tinggi. Sekarang sudah pendek. Ini gara-gara longsor lalu pas hujan,” tambahnya.

Di sisi lain, SPAM juga berada dekat dengan aliran sungai besar. Kondisinya juga mengancam bagunan SPAM. Buktinya ketika terjadi banjir, sisi depan bangunan SPAM tersebut juga sudah tergerus oleh air. Pembangunan SPAM ini terkesan mengabaikan dampak bencana. Pasalnya SPAM dibangun di lokasi yang sangat dekat dengan titik rawan longsor dan banjir.

Pihak kontraktor pun tak banyak menanggapi persoalan tersebut. Ngo Hendri hanya menyerahkan persoalan itu ke dinas terkait. “Mereka lebih paham. Kalau di kontrak saya 2018 belum dianggarkan,” tulisnya dalam pesan singkat. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.