Aset BLK Diduga Dijual, Kejari Janji Usut Tuntas

Deddy : Alat Bukti Lengkap, Kita Lanjutkan

- Periklanan -

TOLITOLI-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli mulai intens melakukan penyelidikan terhadap dugaan raibnya sejumlah aset atau bahan praktikum pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Tolitoli.

Alat praktikum yang diduga dijual ke penadah di antaranya mesin kendaraan roda empat jenis KIA yang berasal dari bantuan Kementerian Tenaga Kerja RI, dengan kode TLI 1747, dengan kemampuan daya angkut barang 1205 kg. Mobil ini digunakan untuk praktikum jurusan otomotif.

Dari penulusuran media ini pada awal Februari atau tiga bulan lalu, bertepatan pula saat pembeli sedang membongkar mesin pada mobil praktik.

Sang mekanik, ketika ditanya sedang melakukan apa, dijawab sedang membongkat mesin mobil, karena sudah dibeli dari BLK. Satu persatu baut dilepas, digerinda, atau dipreteli agar mesin bisa lepas dari posisi persis di bawa jok kendaraan. Diduga pembeli besi tua beralamat tak jauh dari gedung BLK beralamatkan Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang.

“Ada 4 unit mobil praktikum bantuan kementerian Tenaga Kerja di BLK, dua unit dalam kondisi masih bisa dipergunakan, dan dua unit lagi kondisinya rusak,” ungkap mantan kepala UPTD BLK Tolitoli, Idham kepada awak media belum lama ini.

Ia sangat menyayangkan, alat praktikum yang masih tercatat sebagai aset negara terbukti benar dijual ke pengumpul besi tua atau penadah. Sebab, mobil tersebut akan bermanfaat jika ada program praktikum digelontorkan kembali, baik melalui bantuan kementerian, dinas provinsi maupun daerah.

“Tetapi jika benar dijual, yah bagaimana bisa buat praktik. Pelatihan penting, apalagi bagi mereka yang merasakan dampak ekonomi akibat Covid-19,” sesalnya.

- Periklanan -

Idham menyebutkan, selain mobil praktikum, di BLK saat ia masih menjabat sebagai kepala BLK, terdapat alat praktik lain seperti kendaraan roda dua delapan unit lengkap dengan peralatan komputernya.

“Tapi saya dengar, komputernya juga banyak yang hilang padahalnya harganya mahal,” mirisnya.

Terpisah, kepala UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tolitoli, Abu Bakar S. Wangi saat dikonfirmasi mengaku, tidak tahu menahu soal dugaan penggelapan aset mulai dari dua unit roda dua merek honda Supra dan satu unit mobil boks.

”Saya tidak tahu pak, siapa gelapkan aset negara itu, kenapa bisa barang itu ada di tangan pembeli besi tua saya juga tidak tahu,” kata Abu Bakar berkelit.

Ketika disinggung namanya ikut disebut-sebut bersama oknum tenaga pengajar di kejuruan otomotif selaku penjual aset negera dimaksud, Abu juga menepis isu tersebut.

“Tidak, bukan saya pak yang jual itu, tidak tahu saya,” ujar Abu bernada sedikit serak.

Informasi dugaan penggelapan aset UPTD BLK Tolitoli, kabarnya telah sampai pula di meja jaksa. Kabarnya, Kejari Tolitoli saat ini tengah mengumpulkan barang bukti dan keterangan, dan melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut.

“Ya benar, kami masih berusaha mengumpulkan barang bukti dan keterangan, serta penyelidikan kasus ini, kalau memang bukti cukup dan memang mengarah kepada penggelapan aset, maka kami akan tindaklanjuti, tuntaskan sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” ungkap Kajari Tolitoli Deddy Koerniawan, SH, kepada Radar Sulteng yang dibenarkan pula Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Tolitoli Junaidy Atjo.(dni)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.