Arief Setiawan Nahkodai MTI Wilayah Sulteng

Muswil MTI Hasilkan Solusi Masalah Transportasi

- Periklanan -

PALU – Secara aklamasi Dr Arief Setiawan ST MT terpilih menjadi Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2019-2022 menggantikan Dr Ir Taslim Bahar MT yang menjadi Ketua MTI Wilayah Sulteng dua periode berturut-turut sejak 2013 lalu. Arief Setiawan terpilih menjadi nahkoda baru MTI Wilayah Sulteng setelah seluruh peserta Musyawarah Wilayah (Muswil) MTI III di Villa Sutan Raja, Sabtu (20/4) menyepakati akademisi Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) itu yang paling layak memimpin MTI Wilayah Sulteng tiga tahun ke depan.

Muswil yang dipimpin Ir Syarifuddin MSi selaku pimpinan sidang itu berlangsung sederhana dan penuh keakraban. Ada kala serius. Tidak jarang pula, pimpinan sidang membuat suasana Muswil penuh gelak tawa. Laporan pertanggungjawaban (Lpj) Ketua demisioner, Taslim Bahar, diterima peserta penuh Muswil dengan beberapa masukan untuk pembenahan pada kepengurusan berikutnya. Pada Muswil kali ini, ada sebelas poin garis-garis besar program kerja MTI Wilayah Sulteng yang dihasilkan sekaligus menjadi solusi masalah transportasi khususnya pascabencana.

Pertama, pemanfaatan sarana transportasi (bus bantuan) untuk pelayanan pengungsi Huntara. Kedua, melakukan evaluasi trayek angkot di Kota Palu. Ketiga, pengelolaan penguatan fungsi terminal. Keempat, peninjauan kembali rute angkutan barang dalam Kota Palu.

Kelima, pengendalian manfaat bagian-bagian ruang milik jalan. Keenam, mempercepat pembangunan jalan lingkar luar Kota Palu. Ketujuh, evaluasi rambu dan marka jalan serta bangunan pelengkap jalan. Kedelapan, mempercepat pembangunan jembatan Palu V. Kesembilan, evaluasi fungsi hirarki jalan. Kesepuluh, peningkatan keselamatan berlalulintas, dan kesebelas, jalur evakuasi bencana.

Kesebelas garis-garis besar program kerja MTI Wilayah Sulteng ini nantinya, akan digodok lagi dan dijabarkan sebelum disampaikan pada Kongres MTI tingkat nasional mendatang. Ketua MTI Wilayah Sulteng terpilih, Arief Setiawan menilai, salah satu penentu bangkitnya wilayah pascabencana ialah pulihnya masalah transportasi. Pelayanan transportasi yang baik sambungnya, berpengaruh besar terhadap kebangkitan ekonomi di suatu wilayah pascabencana.

Makanya kata dia, tema Muswil MTI Wilayah Sulteng kali ini mengangkat tema, peran transportasi dalam mempercepat kebangkitan ekonomi pascabencana gempa bumi Pasigala Sulteng. Arief menjelaskan, bukti keseriusan MTI Wilayah Sulteng untuk membangkitkan perekonomian pascabencana ialah dengan mendorong agar pengungsi di Huntara diberi akses transportasi untuk mendukung aktivitas pengungsi agar segera bangkit.

- Periklanan -

“Program-program kerja itu akan kami sampaikan di Kongres MTI di tingkat nasional. Program-program kerja itu di antaranya, yaitu adanya peningkatan pelayanan terutama bagi para pengungsi di bidang transportasi. Adanya hal itu saya kira akan memberi dampak pada percepatan kebangkitan ekonomi pascabencana,” kata Arief kepada media ini.

Mengenai masalah kerusakan di beberapa ruas jalan pascabencana, MTI Wilayah Sulteng kata Arief akan melakukan evaluasi-evaluasi mengenai masalah transportasi di Kota Palu khususnya pascabencana yang banyak mengalami perubahan. Beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berdampak pada perubahan jalur lalu lintas kata Arief, berakibat penumpukan kendaraan di beberapa ruas jalan.

“Dengan adanya evaluasi-evaluasi yang bisa kami lakukan, kemudian itu akan kami sampaikan juga dengan instansi terkait. Mudah-mudahan itu bisa membantu, mendorong adanya perbaikan-perbaikan pada titik-titik yang mengalami gangguan,” jelasnya.

Ketua MTI Wilayah Sulteng demisioner, Taslim Bahar menaruh harapan besar pada regenerasinya agar MTI Wilayah Sulteng bisa terus berkolaborasi dengan stakeholder dan penyelenggara serta pelaku transportasi di Sulteng. MTI yang diisi para ahli di bidang transportasi sambungnya mesti aktif memberi gagasan dan ide-ide dalam pengambilan keputusan dan pembuatan regulasi di bidang transportasi.

“MTI harus membantu pemerintah dalam hal ini, Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Tengah agar dalam pengelolaan sistem transportasi, setidak-tidaknya sesuai dengan prinsip-prinsip transportasi yang berkelanjutan atau sustainable,” ucapnya sembari menambahkan MTI di kepengurusannya terlibat dalam berbagai pembuatan Perda di bidang transportasi.

Muswil MTI III ini dibuka langsung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sisliandy SSTP MSi. Turut hadir pula Kepala Dishub Kota Palu, Mohamad Arif SSTP MSi, dan Dirlantas Polda Sulteng. Berikut ini sususan Dewan pengurus MTI Wilayah Sulteng. Ketua, Dr Arief Setiawan ST MT. Waket I, Dr Ir H Jurair Patunrangi MT. Waket II, Ir Syarifuddin MSi. Waket III, Dr Moh Rizal Abd Rauf ST MSi. Sekretaris, Mashuri ST MT. Sekretaris I, Fahrudin Nadra ST MSi. Sekretaris II, Muh Nur ST. Sekretaris III, Eko R Labaso ST MSi. Bendahara, Rahmatang Rahman ST MT. Wakil Bendahara, Novita Pradani ST MT.

Departemen Advokasi dan Hukum diketuai, Dr Ir Syamsul Arifin MSc. Waket, Yanni Sofian SH MAdmKP dan anggota, Astam Abdul Salam. Departemen Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat diketuai, Muh Zein Abdullah ST. Waket, Irvan Bahmid ST MSi. Anggota, Cerdasir ST dan Sari Puji Lestari ST MT. Departemen Hubungan Antar Lembaga diketuai, Ismayadin Dj Parigade ST. Waket, Ir Ismadarni MSi. Anggota, Herman ST dan Nurmainnah ST. Departemen Penelitian dan Pengembangan diketuai, Anas Tahir ST MT. Waket, Hidayat. Anggota, Ismafitria ST dan Ratnasari Ramlan ST MT. dan yang terakhir Departemen Publikasi dan Informasi diketuai, Ir Peter Lee Barnabas MT. Waket,Dian Rifany Kurniaty SST MT. Anggota, Suryanto ST MSc dan Andri ST. (saf/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.