Apresiasi program Rusdy-Ma’mun, Kelompok Nelayan Talang Batu Bercita-Cita Bangun Masjid Berbentuk Kapal

- Periklanan -

BANGGAI – Ada yang menarik dalam agenda safari Politik Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir di Kelurahan Dale-Dale, Kecamatan Balantak. Kelompok Nelayan Kelurahan Talang Batu yang hadir mengapresiasi program Rusdy-Ma’mun dan punya cita-cita bangun masjid berbentuk perahu.

“Pertama saya ucapkan terimakasih, atas kehadiran pak Ma’mun. Saya apresiasi program bantuan untuk nelayan dengan pemberian kapal yang lebih besar dan alat yang lebih canggih. Menurut saya ini penting sekali karena, kami masih menggunakan kapal kecil dan alat tangkap sederhana. Dilaut pun kami hanya menjadi penonton saja di daerah sendiri,” tutur Ihwan.

Dalam paparannya Ma’mun Amir menyampaikan bahwa beliau bersama Rusdy Mastura memiliki program ‘SULTENG AGRO & PERIKANAN’ yang salah satu programnya ‘Meningkatkan Sarana dan Prasarana Alat-Alat Perikanan Tangkap, Budidaya Hasil Laut, Konverter Kit, dan Perahu Motor untuk Nelayan’.
Mereka akan memberikan bantuan kapal yang lebih besar dan alat tangkap yang lebih canggih untuk nelayan, tapi bukan ketinting.

- Periklanan -

“Kami ingin seperti nelayan di Gorontalo yang memiliki kapal besar, jadi kita mampu bersaing. Perairan laut kita kaya hasil ikannya, kalo kita pakai ketinting terus kapan kami maju. Saya dan teman-teman punya angan-angan ingin bangun masjid berdesain seperti kapal, karena kan kami masyarakat nelayan. Lahannya sudah ada dan kami persiapkan, namun terbentur dana karena penghasilan kami masih belum seberapa,” tutur Ihwan.

Dalam penyampaian aspirasinya pun Ihwan menyampaikan bahwa dua Minggu yang lalu temannya ada yang meninggal karena menyelam mencari ikan menggunakan kompresor. Mungkin karena dapat air yang dingin sehingga kram dan tidak terselamatkan. Untuk itu alat tangkap yang canggih pun dibutuhkan para nelayan.

“Saya dan pak Rusdy Mastura perihatin juga dengan nelayan, seharusnya nelayan bukan pakai ketinting lagi tapi kapal yang agak besar. Karena kalau nelayan melaut atau mencari ikan pakai ketinting, kapan ekonominya membaik. Sudah habis tenaga dan bensin, penghasilan tidak seberapa karena ikan yang didapat kecil-kecil. Untuk itu perlu kapal yang lebih besar dan alat tangkap yang lebih bagus. Supaya bisa melaut lebih jauh dan penghasilannya lumayan,” ungkap Ma’mun Amir. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.