Aparat Kehutanan Sulteng Sita Ratusan Kubik Kayu Ilegal

- Periklanan -

RUGIKAN NEGARA: Petugas kehutanan menunjukkan kayu ilegal yang berhasil ditemukan di dalam hutan. (Foto: Dishut Sulteng)

PALU-  Ratusan kubik kayu hasil pembalakan liar alias ilegal berhasil ditemukan dan disita aparat kehutanan. Kayu yang sudah dalam bentuk balak ditemukan dari operasi aparat  di semua UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Sulteng.

Kepala Dinas Kehutanan Sulteng H Nahardi mengatakan, operasi pembalakan liar oleh seluruh UPT KPH di Sulteng dilakukan sejak akhir Januari lalu. Nahardi belum bisa memperkirakan jumlah pasti kayu yang berhasil disita petugas.

Dipastikan jumlahnya akan terus bertambah. ‘’Saat ini masih berlangsung operasinya. Jadi belum dapat dipastikan jumlah total kayu yang disita,’’ kata Nahardi, Rabu (22/2).

- Periklanan -

Kayu-kayu itu ditemukan di dalam hutan dengan kondisi tidak ada penjaganya atau pemiliknya. Petugas langsung membawa kayu-kayu tersebut untuk diamankan. Ada juga kayu sudah berada di dalam truk dan siap dibawa ke daerah tujuan.

Namun karena diketahui petugas truk berisi kayu ditinggal pemiliknya. Aparat pun menyita truk bersama isinya.

Bukan hanya itu, kata Nahardi, kayu yang ada di industri pengolahan kayu juga diperiksa petugas. Apabila ada kayu yang tidak memiliki izin, maka kayu tersebut segera disita dan izin operasional industri dicabut. ‘’Ada yang petugas dapatkan industri yang tidak memiliki dokumen terhadap kayu yang dimilikinya, sehingga langsung disita.

Selain mengamankan kayu, petugas juga mengamankan pelaku pembalakan liar. ‘’Pelaku tersebut langsung diproses oleh Gakum, ada lembaganya sendiri untuk proses hukum,’’ kata Nahardi.

Nahardi mengatakan, operasi pembalakan liar dilakukan sebagai komitmen pemerintah provinsi dalam melakukan pengawasan hutan, menyusul kewenangan pengelolaan hutan sudah dialihkan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi. Untuk memaksimalkan tugas pemerintah provinsi membentuk UPT KPH yang sekarang sudah berjumlah 13 KPH.(sya)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.