Aparat Ditarik, Tambang Dongi-Donggi Makin Menggila

Sebelumnya Dikabarkan Ada Penambang Tewas Tertimbun

- Periklanan -

PALU – Kawasan hutan lindung yang berada di kawasan Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL), khususnya di wilayah aktivitas tambang emas ilegal Dongi-Dongi Kabupaten Poso semakin marak masuknya para pekerja tambang.
Hal itu dipicu pasca ditariknya aparat yang ditugaskan mengawasi adanya aktivitas tambang emas ilegal, pada Desember 2020 silam.

Sebelumnya aparat dari kepolisian dari satuan Shabara Polda Sulteng dan Polhut melakukan penjagaan di Pos lokasi pertambangan emas ilegal.

Sumber Radar Sulteng mengungkapkan, sejak aparat Perintis dan Polhut disiagakan di lokasi tambang emas, aktivitas pertambangan tidak seramai saat ini. Sebelumnya, tidak ada aktivitas tambang pada siang hari.

Para penambang melakukan penambangan pada tengah malam di saat penjagaan dari kepolisian dan Polhut sudah pulang. “Sekarang sudah macam pasar. Makin gila pokoknya. Sudah terang-terangan siang malam,” ujar sumber yang mengaku sering masuk ke wilayah pertambangan tersebut.

Menurut sumber, akibat maraknya penambangan, tenda-tenda penambang ramai, kalau dari kejauhan kelihatan seperti tenda-tenda pasar dadakan. Bahkan para penambang dari beberapa daerah seperti Kota Mobangu dari Poboya dari beberapa daerah ramai-ramai bekerja di tambang yang sudah sering ditertibkan, tapi tetap beraktivitas.

“Seingat saya dulu pernah ditertibkan besar-besaran banyak polisi, ada TNI juga dan waktu itu banyak penambang yang ditangkap. Sekarang sudah seperti dianggap legal, karena makin banyak penambang dan pemodal yang masuk,” tuturnya.

Karena makin banyak warga yang menambang dari beberapa daerah, sekitar awal Januari ada penambang yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan tanah saat berada di dalam lubang tambang. Saat itu memang tidak ramai dan disembunyikan agar tidak memicu berita bahwa aktivitas tambang Dongi-Dongi ramai lagi. “Korban yang meninggal langsung cepat dipulangkan ke daerah asalnya. Yang saya dengar orang Sulawesi Utara,” beber sumber lagi.

- Periklanan -

Masih menurut sumber, terkait adanya oknum yang disebut sering berada di lokasi tambang yang diduga membeckup aktivitas tambang ilegal Dong-Dongi, sumber Radar Sulteng mengaku, mendapatkan informasi memang ada aparat hanya saja tidak jelas apakah mereka berada di lokasi karena ada surat perintah pengamanan atau hanya inisiatif masuk ke wilayah penambangan.

“Ada anggota yang sering di lokasi. Cuma tidak tahu apa resmi ada perintah dari pimpinannya atau cuma inisiatif saja, karena tidak pakai seragam mereka,” katanya tanpa menyebut jelas dari kesatuan mana.

Terkait maraknya aktivitas tambang emas ilegal Dongi-Dongi pasca ditariknya personel Shabara belum lama ini Radar Sulteng mencoba mengkonfirmasi ke Kapolda Sulteng melalui pesan WhatsApp 08111937xxx namun belum mendapat respons dari orang nomor satu di Polda Sulteng.

Begitupun ketika Radar Sulteng mengkonfirmasi ke Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf terkait ada informasi penambang emas di Dongi-Dongi yang tewas tertimbun material tambang, juga tidak mendapat respons.

Terpisah Kepala BTNLL, Jusman dikonfirmasi membenarkan pihaknya menarik personel Polhut di lokasi pertambangan emas Dongi-Dongi. Alasan penarikan personelnya karena dianggap kurang efektif melakukan pengamanan di lokasi kawasan konservasi yang ada penambangan liar.

“Siap. Maaf telat respon. Iya pak. Sementara kita tarik dulu karena dirasakan kurang efektif. Strategi penanganan kedepan diharapkan bs terpadu dalam penanganan pelanggaran penambangan ilegal tersebut dengan pihak terkait, antara lain: Kepolisian/TNI yang didukung oleh unsure Pemerintah Pusat, Daerah dan masyarakat. Kami menyayangkan adanya info kejadian tersebut.

Kami mohon maaf kalau terkesan penanganan terasa lambat karena tindakan represif tidak menjadi pilihan. Konsultasi, koordinasi dan komunikasi terus kami upayakan dengan pihak terkait untuk penyelesaian terbaik. Mdh2n segera, secepatnya,” tulis Jusman melalui pesan WhastAppnya saat dikonfirmasi Radar Sulteng beberapa hari lalu. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.