Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Antrean BBM Coreng Wajah Kota Palu Menuju Adipura

Pengisian Solar Subsidi Akhirnya Dibatasi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Dua hari berturut-turut pemerintah Kota Palu memanggil para pemilik SPBU di Kota Palu menyusul antrean BBM Solar bersubsidi yang mengular dan mencoreng wajah Kota Palu menuju kota Adipura.

Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas Sulteng Hendra Arnol kepada Radar Sulteng membenarkan adanya pertemuan para pemilik SPBU se Kota Palu pada Selasa dan Rabu kemarin.

Dalam pertemuan yang dipimpin Walikota Palu Hadianto Rasyid dan dihadiri para pemilik SPBU se Kota Palu, organisasi Hiswana Migas dan pihak Pertamina pada intinya membahas terjadinya antrean BBM Solar Subsidi di kota Palu.

“Nantinya akan ada sanksi denda terhadap kendaraan yang parkir pada rambu-rambu terlarang di depan SPBU. Selain itu distribusi BBM solar subsidi dibatasi setiap kendaraan,” jelas Arnol.

Pembatasan pembelian BBM solar subsidi terhadap kendaraan kata Arnol disepakati untuk mobil pribadi dan dumtruk 50 liter. Mobil transportasi dan ekspedisi (logistik) 80 liter.

“Tujuannya supaya semua mobil dapat isi dan pemilik SPBU melalui operator dilarang mengisi mobil yang punya tangki Rakitan,” tegasnya.

Sumber Radar Sulteng menyebutkan dalam rapat bersama Walikota dan pemilik SPBU di Kota Palu juga dibahas upaya polisi menangkap basah pemilik mobil modifikasi yang mengisi BBM solar subsidi di SPBU Kartini. Pihak Pertamina masih menunggu hasil penyelidikan jajaran Reskrim Polres Palu untuk memberikan sanksinya.

Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina Sultengbar Arwin Agustri Nugraha dikonfirmasi terpisah menjelaskan
Untuk solusi jangka pendek berkaitan antrean BBM solar subsidi akan ada pembatasan yakni untuk mobil pribadi roda 4 dan dumptruck maksimal Rp 250 ribu, serta untuk kendaraan penumpang dan logistik maksimal Rp 400 ribu untuk tiap transaksi.

“Sesuai agenda Senin hari ini kami ketemu lagi dengan Pemkot untuk membahas solusi jangka menengah,” sebutnya.

Disinggung terkait sanksi dari Pertamina terhadap SPBU yang nakal katanya setiap ditemukan ada pelanggaran sudah pasti akan diberikan tindakan tegas.

Sementara salah satu pelaku ekonomi di Kota Palu yang mengaku bernama Iwan kepada Radar Sulteng berharap agar Pertamina tegas memberikan sanksi kepada SPBU yang berbuat culas. Pemilik SPBU harus mengawasi penyaluran BBM subsidi biar tepat sasaran dan jangan hanya memikirkan profit semata. Selain itu kata Iwan Pertamina juga selalu menjaga stok yang ada di SPBU. “Masalah antrean BBM di SPBU sudah terjadi beberapa bulan dan saya lihat mobil-mobil antri dari pagi sampai sore dan malam. Bayangkan berapa banyak hambatan untuk perekonomian di Sulteng belum lagi masalah Covid,” tegasnya.

Dengan adanya pembatasan distribusi BBM Solar subsidi kata Iwan pihaknya berharap agar pihak SPBU selektif setiap melayani mobil-mobil yang selalu memanfaatkan keberadaan BBM subsidi.

“BBM belum datang mobil sudah ngantri. Orang awam saja bisa menandai itu mobil. Jadi Kuncinya ada di pihak SPBU,” demikian tegasnya. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.