Antisipasi Perpecahan dengan Tak Bersikap Lalai Terhadap Kebangsaan

- Periklanan -

PALU-LDII Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam siaran persnya menjelaskan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Tausiah Kebangsaan dalam rangka pembekalan pengurus organisasi dan pembinaan kelembagaan LDII di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Minggu (13/6).

Acara yang diisi oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA, tersebut yang diikuti secara luring di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Jawa Timur oleh para perwakilan santri dan pengurus pondok serta perwakilan pengurus DPP LDII, juga digelar secara daring oleh pengurus DPW LDII serta warga LDII se-Indonesia.

Dalam pembukaannya, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menjelaskan bahwa masalah kebangsaan memang menjadi masalah yang update dan harus direspon oleh semua umat, karena tidak pernah berhenti menjadi sesuatu yang diributkan oleh orang-orang. Terutama masa pandemi Covid-19 dan masanya perkembangan teknologi.

“Apapun yang terjadi, kebangsaan tidak boleh kita lalaikan, karena itu menjadi dasar bagi kita sebagai umat Islam. Tausiah kebangsaan menjadi penting untuk ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariyah,” ujar KH Chriswanto.

- Periklanan -

KH Chriswanto menjelaskan, founding fathers kita yang pada waktu itu dimotori oleh ulama, sepakat bahwa meskipun Indonesia berdiri di atas keberagaman, tetap satu. Walaupun era reformasi sekarang luar biasa, internet sudah ibarat dunia nyata, semua ada di dalamnya, tetapi apabila kemajuan tidak diantisipasi secara bijak maka akan sangat rentan untuk memecah bangsa Indonesia khususnya umat Islam.

“Didirikannya LDII adalah untuk berkontribusi antar umat bangsa dan negara dengan baik. Pembahasan pada Munas IX LDII 2021 terkait 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa dijadikan acuan untuk amar ma’ruf bil hal menunjukkan kita adalah masyarakat yang baik dan bermanfaat untuk bangsa dan negara. Delapan bidang tersebut di antaranya, Wawasan Kebangsaan, Prinsip Dakwah dan Akhlak Bangsa, Pendidikan Karakter, Pangan dan Lingkungan Hidup, Ekonomi Syariah, Pengembangan Pengobatan Herbal, Pemanfaatan Teknologi Digital Produktif serta Pemanfaatan Energi Baru-Terbarukan,” terang Chriswanto Santoso.

Chriswanto juga mengingatkan, dalam menjalankan perbuatan-perbuatan baik maka lakukanlah dengan niat karena Allah, dalam rangka menjadikan Islam sebagai agama yang baik, dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang baik. “Karena kita hidup di negara Republik Indonesia maka LDII harus betul-betul support masalah kebangsaan,” katanya.

KH Sunarto selaku pembina pondok pesantren yang juga memberikan sambutan acara itu, menyampaikan apresiasi kepada KH Marsudi Syuhud atas tausiah tersebut. Wawasan kebangsaan ini menurutnya, perlu diketahui para santri khususnya dan generasi muda umumnya agar bisa menghadapi konflik atau permasalahan yang terjadi di luar.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.