Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Antisipasi Peredaran PCC dan Obat Berbahaya, Apotek dan TokoObat Disidak

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sejumlah Instansi terkait melakukan sidak menyisir ke sejumlah apotek, toko obat dan pedagang besar farmasi (PBF), Senin (25/9). Dalam sidak tersebut tablet yang bertuliskan PCC masih nihil ditemukan.(Foto:Mugni Supardi)

PALU – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulteng dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah apotek, toko obat serta Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Palu, Senin (25/9). Tim Sidak kali ini terbagi dalam tiga tim.

Pantauan Radar Sulteng, Sidak dari tim 2 yang melakukan penggeledahan di salah satu PBF di Jalan S Moutong, tim menemukan satu dos kosong obat Tramadol yang sudah habis terjual. Yang mana jenis Tramadol merupakan salah satu obat yang penjualannya diawasi ketat oleh BPOM.

Sementara terkait Sidak ini, menurut Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sulteng AKBP Jufri Syam SH MSi menyebutkan bahwa pihaknya bersama BPOM berkerja sama untuk memberantas obat-obat terlarang yang sedang viral berjenis tablet PCC, maupun obat berbahaya lainnya.

Menurutnya sidak ini dibagi menjadi 3 tim. Sidak yang dipimpin langsung olehnya itu termasuk tim satu. “Itu beroperasi di enam lokasi PBF, toko obat dan apotek,” sebutnya kepada Radar Sulteng.

Enam lokasi itu seperti PBF Maleo Celebes Jalan Dewi Sartika, PBF Tri Anugrah Sejahtera Jalan Sultan Hasanuddin, Apotek Sehat Berkah Jalan Towua, Toko Obat Sinar 2 Jalan Anoa I, Apotek Sehat Abadi Jalan Tanjung Pangimpunan, dan Apotek Nusantara Jalan Moh Hatta.

Kata dia, dalam penyindakan ini baru langkah pertama. Untuk ke depannya dari hasil Sidak dari 3 tim ini tidak ditemukan jenis tablet PCC, maka akan kembali sidak yang nantinya beroperasi di luar dari PBF, toko obat dan apotik.

“Untuk tim I gabungan dari Balai POM saat ini belum ditemukan tablet PCC,” kata Jufri Syam.

Menurut Passima, Bagian Pemeriksa dan Penyidik BPOM Sulteng, bahwa dalam sidak ini tentunya untuk lebih mengantisipasi kembali peredaran tablet PCC dan obat berbahaya lainnya di lokasi PDF, toko obat maupun apotek.

Menurutnya, apalagi dengan ditemukannya tablet bertuliskan PCC dari salah seorang warga Jalan Sungai Manonda yang kebetulan belum diketahui pemiliknya. Namun sejauh ini pihaknya belum memastikan temuan tersebut apakah sama kandungan dari Paracetamol, Caffein dan Carisoprodol yang telah dicabut izin edarnya pada 2013 lalu.

“Dalam hal itu kami masih belum bisa sebutkan kandungannya kerena selama ini masih dalam proses pengujian. Oleh sebab itu, walaupun belum kita ketahui hasil dari temuan dari warga, kami tetap mengantisipasi peredarannya, karena sudah menjadi kewajiban kami,” ujarnya.

Sementara pemilik Apotek Sehat Berkah Jalan Towua, Usna mengungkapkan bahwa, dalam sidak ini dirinya mengakui merasa tidak keberatan, malahan dirinya menganggapnya sangat bagus karena bisa diketahui mana apotek-apotek yang nakal dan obat-obat yang dilarang izin edarannya.

“Saya tidak melayani jika ada warga yang mencari atau ada pihak distributor untuk menawarkan obat-obat terlarang seperti tablet PCC maupun obat-obat bahaya lainnya, karena saya sudah tahu kalau tablet PCC itu sudah dicabut izin edarnya 2013 lalu, maka karena itu saya tidak berani jual. Ya, mencari aman saja dari pada bermasalah nantinya,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan bahwa instruksi Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi kepada Res Narkoba untuk melakukan oprasi ke setiap apotek di Kota Palu, melihat sudah banyak beredar penyalahgunaan obat PCC di daerah luar Sulteng.

“Kami melakukan terlebih dahulu di Kota Palu karena di sinilah dapat dikatakan barometer pertama peredaran obat, apabila ada ditemukan tentunya kita kembangkan hingga di Kabupaten, namun seterusnya di jajaran Polda Sulteng melakukan oprasi ini, sesuai intruksi Kapolda,” ungkapnya.(cr2/who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.