Antisipasi Pencurian Motor di Kampus, Untad akan Pasang 90 CCTV

- Periklanan -

Muh Basir Cyio

PALU – Menindaklanjuti maraknya aksi pencurian motor yang terjadi di dalam kampus Universitas Tadulako (Untad) beberapa waktu belakangan ini, memang meresahkan jumlah mahasiswa. Tidak tinggal diam, Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS, akan melakukan terobosan baru agar kasus pencurian motor di kampus dihilangkan.

Diagendakan pada Rabu (25/1) mendatang, Rektor Untad akan melakukan rapat khusus bersama Majelis Mahasiswa (MM) Untad, dan tim peningkatan sistem keamanan kampus Untad, membahas masalah laporan kehilangan kendaraan bermotor yang terus menumpuk di Polsek Palu Timur.

Selama ini diketahui bahwa laporan yang masuk ke Polsek Palu Timur, hampir setiap minggu selalu ada terkait kasus kehilangan kendaraan motor. ““Insya Allah Rabu depan, kami akan melakukan rapat dengan Majelis Mahasiswa dan timnya untuk peningkatan sistem keamanan kampus. Setelah rapat nanti, MM dan timnya akan turun langsung melakukan sosialisasi kepada ketua-ketua lembaga dan mahasiswa Untad,” jelas Prof Prof Basir Cyio, Kamis (19/1).

Terkait terobosan peningkatan keamanan di kampus, kata Rektor, pihak Untad saat ini sedang membuat instrumen yang akan digunakan dalam waktu dekat. Hal pertama yang dilaksanakan, yakni seluruh kendaraan bermotor akan ditempeli dengan stiker khusus.

Dijelaskan pemberian stiker khusus di masing-masing kendaraan akan dilakukan oleh pihak MM dan tim keamanan kampus. Sasarannya adalah mahasiswa, pegawai dan dosen. “Jadi, setelah sosialisasi dilakukan oleh Majelis Mahasiswa dan timnya ke seluruh mahasiswa, striker yang diberi tanda khusus akan langsung melakukan penempelan di setiap kendaraan,” jelasnya.

- Periklanan -

Seiring dilakukan penempelan striker tersebut, sekaligus akan dilakukan pendataan langsung identitas pemilik kendaraan, identitas kendaraan, sampai program studi dan fakultas masing-masing mahasiswa. Kemudian data itu, akan langsung ditabulasi untuk dijadikan database.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama ini pintu masuk khusus bagi pengendara roda dua sudah dapat digunakan, yakni di pintu selatan Fakultas Teknik, dan pintu keluar di pintu selatan Program Pascasarjana,” sebutnya.

Menurutnya melalui instrumen itu, pengendara yang akan masuk ke kampus Untad dengan menggunakan kendaraan roda dua akan diberikan kartu khusus oleh petugas di masing-masing pintu masuk.

Kartu itu, jelas Prof Basir Cyio, harus dipegang dan dijaga oleh pengendara yang menggunakan kendaraan roda dua. Kegunaannya saat akan keluar dari kampus Untad, kartu khusus ini nantinya akan diperlihatkan kembali oleh pengendara kepada petugas jaga di masing-masing pintu keluar.

“Dalam penerapannya nanti, jika kartu khusus itu tidak dapat diperlihatkan, maka pengendara roda dua wajib memperlihatkan STNK kepada petugas. Jika tidak kartu khusus tidak ada dan tidak dapat memperlihatkan STNK, maka petugas akan langsung menahan pengendara bersangkutan karena di indikasikan yang bersangkutan membawa kendaraan yang bukan miliknya.  “Catatan lain, setiap kartu yang hilang akan dikenakan denda Rp 10.000,” tegas Prof Basir Cyio.

Penerapan sistem itu, semata-mata dilakukan sebagai tindaklanjut dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian dan upaya pencegahan dari pihak Untad terkait kasus pencurian kendaraan bermotor yang makin marak akhir-akhir ini. Olehnya itu, rektor Untad berharap langkah ini dapat meminimalkan bahkan meniadakan kasus pencurian kendaraan bermotor.

“Selain itu, akan dipasang kurang lebih 90 titik kamera pengawas atau CCTV di berbagai lokasi. Ini adalah upaya pencegahan yang kami lakukan demi peningkatan keamanan kampus yang kita cintai ini,” demikian kata Prof Basir. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.