Anggota DPRD Palu Setuju Nama Jalan Ditertibkan

- Periklanan -

BAHAS PERDA : Anggota Bapperda Bernadeth Sallata tengah memberikan masukan terkait diajukannya Perda Tentang nama Jalan oleh Pemkot. (Foto: Zainudin Jacub)

PALU – Badan Pembentukan Perda (Bapperda) DPRD Palu Jumat kemarin (3/2) melanjutkan pembahasan Raperda tentang nama jalan.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Bapperda Ir Tamsil Ismail tersebut dihadiri oleh Kabag Hukum Pemkot Muliati SH. Sementara Kadis Penataan Ruang dan Penataan  Ir Dharma Gunawanan tidak terlihat dalam rapat tersebut.

Dalam penjelasannya kepada anggota Dewan Muliati menyatakan, sebelumnya Pemkot sudah memiliki Perda Tentang nama jalan ini. Namun Perda baru kata dia harus direvisi, supaya ada penyesuaian khususnya mengenai dasar hukum.

Namun Muliati mengakui masih ada yang harus disempurnakan dari Raperda ini khususnya terkait dengan kewenangan soal pemberian nama untuk ruas jalan.

“Seperti kita ketahui Pemerintah Kota itu hanya memiliki kewenangan untuk jalan Kota saja. Sementara jalan provinsi menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan Jalan Nasional menjadi kewenangan pemerintah pusat,” katanya.

- Periklanan -

Olehnya itu kepada Anggota Bapperda yang akan melakukan konsultasi soal Raperda ini ke Kementerian Dalam Negeri, Bagian hukum meminta supaya anggota dewan juga mempertanyakan soal kewenangan ini.

“Apakah Pemerintah Kota bisa memberi nama untuk jalan provinsi dan jalan nasional itu harus dipertanyakan oleh Bapperda,” kata Muliati.

Dari penjelasan Ketua Bapperda Tamsil Ismail bahwa pihaknya akan melakukan konsultasi Raperda tersebut ke Jakarta. “Kami akan berada di Jakarta hingga Rabu, setelah itu kami akan kembali ke Palu untuk melanjutkan pembahasan Raperda.

Dalam Rapat Kemarin sejumlah anggota dewan mulai dari Ridwan Basatu, Bernadeth Sallata maupun Ridwan Alimuda menyatakan setuju dengan penertiban nama jalan di Kota Palu.

“Seperti nama jalan di Kelurahan Petobo, banyak ruas jalan yang namanya diberikan oleh masyarakat namun pemberiannya nama seperti sembarangan saja seperti ada nama  Jalan Toyota, Jalan Jambolan,” kata Ridwan Basatu.

Menurut Legislator yang tengah bermasalah dengan Wakil Wali Kota, ia mendukung jika Pemkot kemudian nama jalan yang ada di Kelurahan Petobo.

Sementara Anggota Dewan Ridwan Alimuda meminta, supaya nama jalan Kampung Nelayan di Kelurahan Talise diganti.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.