Anggota DPRD Kota Palu Diserang Isu Narkoba

- Periklanan -

PALU – Lembaga DPRD Kota Palu tengah diserang isu keterlibatan salah satu anggotanya dalam penyalahgunaan narkotika. Oknum anggota dewan itu, disebut terlibat dalam sindikat Narkoba, karena ditemukan bukti transferan atas nama dirinya kepada pelaku yang diamankan anggota Polres Palu di Kelurahan Palupi beberapa waktu lalu.

Diduga oknum ini mengirimkan sejumlah uang kepada pelaku bernisial SD alias AM (31). Dugaan bukti transfer ini lah yang kemudian menjadi alat untuk menyerang oknum anggota DPRD tersebut. Namun pihak Polres Palu menegaskan, bahwa tidak ada melakukan pemeriksaan atau penyelidikan kepada oknum anggota DPRD Kota Palu tersebut.

Sementara isu yang berkembang di kantor DPRD Kota Palu bahwa oknum anggota tersebut berasal dari daerah pemilihan Palu Barat dan Ulujadi, dan saat ini aparat kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti tersebut. Setelah itu, barulah ada salah satu akun facebook atas nama Salim Baculu membuang informasi tersebut ke group facebook, yang menyatakan bahwa anggota DPRD Kota Palu tahun 2019 dari Fraksi partai Demokrat, Dapil Palu Barat. Dalam postingannya dia menuliskan bahwa saat ini oknum tersebut tersandung kasus pencucian uang dari babuk putih.

- Periklanan -

“Bukti transfer sudah jelas, dan kasus ini patut diduga melibatkan beberapa rekan tersangka lainnya. Namun penyidik masih dalam proses pendalaman dan pengumpulan alat bukti yang lebih banyak,” tulisnya.

Isu keterlibatan anggota DPRD Kota Palu ini, pun mengarah ke salah satu oknum anggota DPRD Kota Palu. Karena dari Dapil Palu Barat hanya ada satu perwakiulan dari Fraksi Demokrat. Kasat Narkoba Polres Palu, Iptu Stevanus Syanam menyatakan, sampai saat ini belum ada keterlibatan yang dimaksud tersebut. Dan untuk penyelidikan belum ada keterlibatan anggota DPRD. “Untuk kasus pencucian uang yang penangkapan itu, kami masih dalam penyidikan,” katanya.

Sementara untuk bukti transfer yang dimaksud memang tidak ada keterlibatan oknum anggota DPRD tersebut. “Tidak ada yang bukti transfer atas nama oknum DPRD dimaksud,” tegas Stevanus.

Sementara pihak oknum yang dimaksud tersebut saat dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya belum menerima ataupun mengetahui soal kasus tersebut, ataupun namanya yang dibawa-bawa. “Saya belum dengar dan tidak tau,” singkatnya sembari menyebut bahwa dirinya tengah berada diluar kota Palu dalam perjalanan tugas kedewanan. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.