Anggota Dewan Pesimistis KEK Palu Bisa Diselamatkan

- Periklanan -

Hamsir (Foto: Zainudin Jacub)

PALU – Kalangan anggota  dewan pesimis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu  akan bisa diselamatkan.

Menurut Anggota DPRD Palu dari daerah Pemilihan (Dapil) I Palu Utara-Tawaeli, Hamsir BE, dengan batas waktu untuk KEK Palu hanya sampai Mei dan melihat kondisi KEK sekarang ini, dia khawatir Peraturan Pemerintah tentang KEK Palu akan dicabut.

“Saya melihat Pemerintah Pusat, sudah sulit untuk memberi kebijaksanaan untuk mempertahankan KEK Palu,” kata Hamsir.

- Periklanan -

Pasalnya kata politisi Partai Hanura ini, ketika infrastruktur KEK hingga awal tahun baru 30 persen tidak ada upaya untuk menindaklanjuti pembangunan KEK.”Apa yang mau dibijaksanai kalau begitu,” kata Hamsir.

Belum lagi kata Hamsir mengenai pembebasan lahan. Dengan anggaran sebesar Rp10 miliar dalam APBD 2017, dipastikan tidak akan mampu membebaskan seluruh lahan yang ada di Kawasan  KEK. Lahan yang harus dibebaskan itu luasnya mencapai 1.500 hektar. Anggaran Rp10 miliar itu kata Hamsir kecil sekali dengan harga tanah Rp 100 ribu permeter.

“Kita ini tinggal menunggu keajaiban. Namun menurut saya  agak sulit untuk menyelamatkan KEK,” katanya.

Dewan kata Hamsir sudah melakukan audensi dengan Wali Kota terkait KEK.”Dalam audensi itu terlihat jelas Pemkot sangat tidak antusias dengan KEK. Mereka juga mengatakan KEK adalah urusan Provinsi,” katanya.

Seharusnya ujar Hamsir, KEK adalah tanggungjawab kota, karena Peraturan Pemerintah tentang KEK turun ke Kota Palu.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.