Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Anggota Dekot Palu Digaji Rp26 Juta Sebulan

Belum Termasuk Remunerasi 6 Bulan Gaji Pokok

PALU – Sebanyak 35 anggota DPRD Kota Palu terpilih, resmi dilantik kemarin. Hari ini mereka mulai bekerja, dengan total gaji senilai Rp26 juta per bulannya. Adapun gaji pokok masing-masing anggota dewan, berkisar di angka Rp2,5 juta untuk pimpinan dewan dan Rp1 juta untuk anggota, namun ada tujuh item tunjangan, mulai dari transportasi hingga komunikasi yang ditanggung negara yang jika ditotal senilai Rp26 juta.

Gaji yang diterima setiap bulannya itu, kata Sekretaris Dewan Kota Palu, Ajenkris belum termasuk, uang terimakasih dari Pemerintah Kota Palu, yang dibayarkan enam bulan sekali dan besarnya enam kali dari gaji pokok. Meski demikian, Ajenkris tidak dapat merinci, tunjangan apa saja dan berapa besaran pertunjangan yang diterima. “Pokoknya total semua gaji per bulan termasuk tunjangan sekitar Rp26 juta lah,” sebut Ajenkris ditemui Senin (9/9) kemarin.

Untuk anggaran tunjangan, Ajenkris menyampaikan, masih sama dengan priode sebelumnya tidak ada perubahan anggarannya. Dalam PP nomor 8 tahun 2017 kata dia, juga jelas mengatur, terkait pemberian enam kali gaji atau remunerasi bagi anggota dewan. Enam kali gaji, dimaksud yaitu, dikembalikan lagi dengan kemampuan daerah, sebagai ucapan terimakasih. “Nanti pembayarannya untuk tunjangan itu yang enam kali gaji, anggaranya sesuai dengan gaji pokok anggota Dewan. Tapi itu di luar Rp26 juta, karena Rp26 juta sudah dengan tunjangan dan tujuh item di dalamnya, gaji pokok unsur pimpinan Rp2,5 juta, anggota Rp1 juta lebih,” jelas Ajenkris.

Ditanya terkait fasilitas lain yang bakal diterima, seperti mobil dinas, Ajenkris menyebutkan, bahwa hanya unsur pimpinan dewan lah yang bakal mendapat mobil dinas. Namun demikian, untuk mobil dinas pimpinan dewan, tidak akan dianggarkan untuk pembelian mobil baru. “Kami tidak menganggarkan lagi, mobil dinas untuk Ketua DPRD Palu yang baru, karena yang lama masih layak pakai. Baru mantan Wakil ketua dua DPRD Kota Palu Erfendi yang mengembalikan mobilnya, jadi diharapkan kesadaranya, karena semua harus dikembalikan (mobil dinas) dulu,” katanya. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.