Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Andi Rifai dan Sartiman Mbeo Vonis Bebas

Mantan Kadis dan Kabid DKP Poso yang Terjerat Korupsi

PALU – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa Ir Andi Rifai M.Si, dan Sartiman Mbeo M.Si, dalam sidang pembacaan putusan yang berlangsung, Kamis (15/8) kemarin. Keduanya dinyatakan tidak terbukti melakukan korupsi seperti yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU), baik dalam dakwaan primer maupun dakwaan subsider.

Andi Rifai merupakan mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Poso. Sementara Sartiman Mbeo adalah mantan anak buah dari terdakwa Andi Rifai yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap di DKP Poso. Mereka diadili dengan hasil putusan bebas, karena dugaan melakukan korupsi dalam kegiataan pengadaan alat tangkap ikan untuk nelayan berupa pengadaan perahu, rompong, cool box ikan dan mesin kapal pada DKP Poso tahun 2016 silam.

Amar putusan kedua terdakwa ini dibacakan satu persatu, karena keduanya diperiksa dengan dua berkas terpisah (Di Split). Majelis hakim yang diketuai I Made Sukanada SH MH, didampingi Margono SH MH dan Darmansyah SH MH, sebagai dua hakim anggota, terlebih dahulu membacakan putusan terdakwa Andi Rifai baru kemudian membacakan putusan untuk terdakwa Sartiman Mbeo. Pada intinya majelis hakim yang memeriksa perkara tipikor ini bergantian membacakan isi hingga amar putusan kedua terdakwa.

“Menyatakan terdakwa Ir Andi Rifai MSi tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum baik dalam dakwaan primair maupun dakwaan subsidair. Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan penuntut umum dan membebaskan terdakwa dari penahanan serta memulihkan nama baik dan harkat martabat terdakwa,” kata hakim anggota Darmansyah membacakan isi amar putusan untuk terdakwa Andi Rifai. Bunyi amar putusan tersebut sama juga dengan yang dibacakan selanjutnya oleh majelis hakim untuk terdakwa Sartiman Mbeo.

Majelis hakim dalam pertimbangannya menyebutkan, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, bahwa perbuatan terdakwa Andi Rifai dan Sartiman Mbeo tidak terbukti memenuhi unsur melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana yang harus dipenuhi dalam dakwaan primer. Begitu juga mengenai unsur menyalahgunakan wewenang, kesempatan atau sarana yang melekat padanya karena jabatan atau kedudukannya yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara dalam dakwaan subsider, juga tidak terpenuhi.

“Menimbang berdasarkan fakta keterangan dan bukti-bukti di persidangan bahwa sejak menerima proposal pengadaan bantuan alat tangkap untuk nelayan dari kelompok nelayan Bugis Raya, terdakwa Andi Rifai selaku pengguna anggaran telah melakukan seluruh proses tahapan pengadaan bantuan alat tangkap ikan berupa perahu, rompong, cool box dan mesin kapal tersebut,” terang Margono salah satu anggota lagi yang menguraikan isi pertimbangan putusan.

Bahkan terurai dalam pertimbangan majelis hakim bahwa terdakwa selaku kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKP Poso pada saat itu, telah menyerahkan seluruh bantuan pengadaan alat tangkap ikan tersebut kepada ketua kelompok nelayan Bugis Raya, yang dalam serah terima bantuan itu disaksikan Lurah Kayamanya. Begitu juga mengenai fakta yang terungkap bahwa setelah dua tahun kemudian baru diketahui kalau bantuan itu ternyata hanya dikelola sendiri oleh ketua kelompok Nelayan Bugis Raya, tanpa melibatkan anggota kelompoknya lainnya, dan juga mengenai hasil produksi dari bantuan itu ternyata tidak ada, hal tersebut menurut pertimbangan majelis hakikm tidak lagi dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana kepada para terdakwa.

Itulah pertimbangan majelis hakim yang saling bersesuaian dalam putusan kedua terdakwa, sehingga keduanya dinyatakan tidak bersalah dan harus dibebaskan. Pertimbangan majelis hakim tersebut jauh berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya, penuntut umum menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti sebagaimana dalam dakwaan primer. Sehingga penuntut umum menuntut terdakwa Andi Rifai dengan tuntutan pidana penjara 5 tahun, sedangkan terdakwa Sartiman Mbeo dituntut dengan pidana penjara 4 tahun 6 bulan. Tuntutan JPU bagi keduanya plus pidana denda.

Masih dalam amar putusan majelis hakim, mengenai uang titipan dari kedua terdakwa kepada JPU saat dipenyidikan atas potensi adanya dugaan kerugian negara dalam perkara ini, dinyatakan dikembalikan kepada masing-masing terdakwa sebesar Rp 225 juta untuk terdakwa Andi Rifai, dan sebesar Rp 50 juta kepada terdakwa Sartiman Mbeo.

Atas putusan tersebut, terdakwa maupun kuasa hukumnya, serta jaksa penuntut umum diberikan kesempatan oleh majelis hakim sebagaimana diatur oleh ketentuan yang berlaku. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.