Anak Korban Bencana Diajak Bijak Gunakan Air

Pada Peringatan Hari Air Sedunia

- Periklanan -

SIGI – Air merupakan sumber kehidupan setiap mahluk hidup. Tidak terkecuali manusia. Pengelolaan air yang baik harus ditanamkan sejak usia dini. Di momen Hari Air Sedunia, sejumlah anak-anak yang ada di camp pengungsian Posko 3 Jono Oge, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi diedukasi tentang pengelolaan air.

Berbagai aktifitas diberikan pihak panitian Hari Air Sedunia di camp pengungsian tersebut, kepada anak-anak, Minggu (24/3) kemarin. Mulai dari lomba menggambar dan mewarnai, menanam pohon di camp pengungsian serta ikut diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Pihak panitia diwakili Project Officer Public Health Engineer (PHE) Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam, Evitasari mengungkapkan, pihaknya memang sengaja mengajak anak-anak penyintas yang ada di pengungsian ini, agar nantinya ada rasa kepedulian mereka terkait bagaimana mengelola air dengan baik. “Ketersediaan air bersih ini menjadi satu hal yang sangat vital di daerah terdampak bencana mengingat air adalah salah satu sumber kehidupan yang perlu selalu ada tersedia. Anak-anak ini juga harus bisa bijak mengelola air, termasuk pula para orang tua,” terangnya.

- Periklanan -

Di camp pengungsian ini pula, kata dia, pihaknya telah memfasilitasi pemipaan air, dengan melibatkan masyarakat yang bekerja secara gotong royong. Tidak hanya kegiatan yang ditujukan bagi para anak-anak, panitia juga menggelar lokakarya, dengan menghadirkan pemerintah, NGO serta masyarakat sendiri, sebagai pembicara terkait pemenuhan akan air pascabencana ini. “Pascabencana pemenuhan air di wilayah Sigi ini memang menjadi salah satu masalah karena irigasi rusak, aktifitas warga bertani pun terganggu. Ini yang ingin kami diskusikan, bagaimana langkah dan upaya untuk mengatasi hal tersebut,” terangnya.

JMK-OXFAM sendiri merupakan lembaga, yang secara khusus meng-intervensi ketersediaan air bersih untuk para penyintas yang berada di camp-camp pengungsian. Lembaga ini juga secara teknis telah menyediakan sarana untuk menghadirkan air bersih mulai dari water trucking, instalasi pipa, sampai pembangunan kamar kecil sementara. “Kami juga melakukan penyuluhan dalam pemanfaatan dan pengelolaan air bersih sembari melakukan pengornganisasian masyarakat,” terang Evitasari.

Selain di Sigi, sehari sebelumnya, yakni di Kota Palu kegiatan serupa juga telah dilakukan, tepatnya di Huntara Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Rencananya, Selasa esok kegiatan yang sama juga digelar di Desa Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, masih dalam rangkaian Hari Air Sedunia. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.