Anak di Bawah Umur Terjaring Operasi Pekat

- Periklanan -

Satreskrim Polres Palu sat menggelar operasi Pekat 2017, Kamis (1/6) dini hari di sekitar Penggaraman Talise. (Foto: Wahono)

PALU – Satreskrim Unit Perempuan dan Anak (PPA) Polres Palu menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (1/6). Operasi Pekat bertujuan memberi rasa aman dan nyaman bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

Pada operasi Pekat tersebut, ada tiga anak di bawah umur yang sedang asyik nongkrong di Penggaraman Talise Jalan Komodo, Kecamatan Mantikulore, berhasil terjaring. Dari ketiganya, satu di antaranya adalah perempuan berinisial EA (15 tahun).

Operasi Pekat Polres Palu juga untuk menekan tingkat kerawanan aksi kriminilitas di wilayah tugasnya. Sebab pada malam operasi Pekat sebelumnya, Polres Palu juga berhasil menemukan alat hisap sabu-sabu di sekitar Penggaraman Talise. Berangkat dari penemuan itu, lokasi penggaraman tak pernah lepas dari sasaran operasi.

- Periklanan -

Sekitar pukul 01.00 Kamis dini hari, sebelum mereka terjaring, ketiga anak di bawah umur itu terlihat tim operasi Pekat yang sedang patroli. Ketiga ditemukan sedang nongkrong di area yang kurang cahaya. Tim patroli pun mendekat, lalu memintai keterangan ketiganya.

Menurut Kepala Unit PPA Polres Palu, Ipda Rike Astuti, pihaknya langsung mengamankan anak perempuan berinisial EA ke Kantor Polres Palu. Kedua temannya juga dibawa. Saat dimintai keterangan, EA mengatakan dirinya sedang nongkrong bersama kedua laki-laki yang sudah dianggap kakaknya sendiri. Tapi pihak kepolisian tak langsung percaya begitu saja. “Akhirnya, EA mengaku juga bahwa satu di antara kedua laki-laki itu adalah pacarnya,”kata Rike.

“Soalnya, tidak ada orang di kos. Karena kakakku sedang pergi. Makanya saya ke tempat itu,“ sambung Rike menirukan pengakuan EA saat diinterogasi tim operasi Pekat.

Rike mengakui, hal itu tak wajar, jika ada anak yang masih usia belasan tahun, nongkrong hingga larut malam di sekitaran Penggaraman Talise yang sepi. ”EA kami beri nasihat dan pembinaan. Orang tua atau keluarganya juga akan diberitahu terkait perilakunya. Kedua rekannya juga diperlakukan sama,”demikian Rike. (cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.