Alimuddin Paada : “Tidak Setuju Dosen Diberi Makan Selama Lockdown Mikro”

- Periklanan -

PALU-Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang juga Wakil Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 Sulteng, Dr. Alimuddin Paada, menegaskan, dirinya tidak setuju bila para dosen yang ada di Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Tadulako (Untad) Palu dikasih makan.

Pernyataan bernada keras dan warning bagi pemerintah ini disampaikan
Dr. Alimuddin Paada, merespon dilakukannya PPKM mikro atau lockdown mikro di lingkungan Perdos Untad di Kelurahan Tondo Kota Palu, sejak 13 Agustus lalu. Kebijakan PPKM mikro ini merupakan kebijakan Walikota Palu, karena kondisi saat ini. Dikatakan Alimuddin, pihaknya menerima kebijakan itu. Tetapi yang kurang disetujuinya adalah para dosen diberi makan oleh Pemerintah Kota.

“ Kalau soal lockdown mikro itu bagus, tidak ada masalah. Tetapi yang saya pertanyakan kok kenapa para dosen diberi makan. Mereka kan orang mampu semua. Pegawai negeri lagi, “ kata Alimuddin Paada kepada Radar Sulteng, Selasa (17/8).

Menurutnya, masih begitu banyak warga Palu yang saat ini mengalamai kesusahan, misalnya orang di luar Perdos, yaitu warga masyarakat di Mamboro sana, di Pantoloan, Ujuna dan di Duyu mungkin masih mengalami kekurangan dan keluarganya saat ini masih mengalami kesulitan. Ini yang harus dibantu, bukan membantu orang yang masih punya kelebihan.

Kejanggalannya kata Alimuddin, semua rumah tangga di Perdos diberi makan setiap hari. Pagi hari diberi jatah makan sebanyak 2.000 bungkus, dan malamnya 2.000 bungkus. Ini sangat besar anggarannya.

- Periklanan -

“ Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang hilang dan terbuang percuma di sini. Memang, bukan dosennya yang tidak butuh (makanan), yah kita butuh itu. Namun tolong, masih banyak yang lebih membutuhkan lagi, “ ungkapnya.

Oleh karena itu, Alimuddin telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinsos Kota Palu, bahwa harus dievaluasi dulu kebijakan yang saat ini diterapkan. Harus diperhatikan warga masyarakat yang masih mengalami kekurangan bukan di Perdos.

“ Saya bilang kepada Kepala Dinas Sosial kalian tidak boleh begini. Itu di Mamboro, di Pantoloan, di Ujuna, dan di Duyu masih banyak yang butuh makan daripada kita, “ ucap Alimuddin, yang hingga kini masih menetap di Perdos Untad. Dosen-dosen kata Alimuddin bisa beli beras, beli susu, beli daging dan ikan dan sebagainya. Masih bisa bebas keluar masuk untuk memenuhi kebutuhannya, yang lebih dari cukup.

Jadi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Alimuddin menegaskan cukup disini saja di Perdos. Kalau mau dilockdown mikro silakan saja. Tetapi jangan dikasih makan. Masih banyak yang butuh makan sekarang.

“ Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak setuju kalau dosen dikasih makan, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.