Alimuddin Paada Imbau Pemerintah dan Perusahaan Bantu Rakyat, Beri Makanan dan Suplemen Vitamin

- Periklanan -

PALU-Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, yang juga Wakil Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Sulteng, Dr. Alimuddin Paada membuat pernyataan sikap dan desakan yang cukup keras kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan perusahaaan yang ada di Sulteng.

Untuk Pemprov dan Tim Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19, tegas Alimuddin, saat ini dibutuhkan sebuah langkah-langkah luar biasa dari upaya Pemprov Sulteng menyikapi terus melonjaknya angka warga Sulteng yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“ Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Sulawesi Tengah itu harus memiliki langkah-langkah yang luar biasa, dalam situasi darurat saat ini. Harus bersikap dan mengambil langkah cepat dan berani. Untuk apa uang itu disimpan, anggaran penanggulangan kita cukup besar, “ kata Alimuddin Paada, saat rapat bersama tim Satgas Covid-19 Sulteng beberapa waktu yang lalu.

Alimuddin mengatakan sangat setuju orang sakit itu harus diurus. Tetapi juga orang tidak sakit juga harus diurus, jangan sampai dia sakit. Beri dia makan. Beri dia sembako, lauk pauk, vitamin, obat-obatan dan suplemen yang berguna untuk kelanjutan hidupnya.

“ Orang-orang yang tidak sakit ini, apalagi keluarga orang yang sakit, itu harus dikasih makanan, dikasih vitamin, dikasih lauk pauk. Untuk apa uang penanganan Covid disimpan-simpan, “ tegas Alimuddin.

Selanjutnya Alimuddin mengatakan belikan saja beras uang penanganan Covid-19 itu, belikan lauk pauk, dan vitamin. Semuanya dibagi-bagi ke rakyat. Supaya rakyat tidak sakit. Supaya selesai pandemik ini tetap sehat. Kalau tidak begini orang tambah sakit dan stress.

- Periklanan -

Dikatakannya, pemerintah telah melarang orang kerja, dilarang keluar karena PPKM. Tetapi tidak ada jalan keluarnya. Harusnya rakyat kita dijaminlah. Kalau Pegawai negeri Sipil (PNS) ada yang diharap dan diterima setiap bulannya. Tetapi kalau masyarakat biasa yang bukan PNS bagaimana kehidupan mereka.

Supaya masyarakat gembira, pemerintah memberikan imbauan ke masyarakat tidak usah cemas. Dihiburlah masyarakat itu. Bagaimana caranya ada hiburanlah.

“ Kan pandemik ini membuat masyarakat cemas. Tidak ada hiburan untuk masyarakat. Semua serba susah dan sulit. Masyarakat sakit. Harusnya ada hiburan dari pemerintah kepada masyarakat. Beri semangatlah, dan ingatkan selalu untuk menaati protokol Kesehatan (Prokes) dengan disiplin menggunakan masker, tidak berkumpul, dan rajin mencuci tangan. Bekerjalah seperti biasa, “ ujarnya.

Kemudian, terhadap perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan besar, pandemik bersifat multinasioanal, perusahaan harus membantu. Pemerintah seharusnya meminta perusahaaan turun tangan membantu. Begitupun, tanpa diminta juga perusahaan harus tergerak untuk memberikan bantuannya kepada masyarakat kita saat ini.

Sudah harus dihitung berapa kebutuhan masyarakat saat ini, berapa kebutuhan logistik beras kita, berapa kebutuhan vitamin, inikan sudah bisa dihitung.

“ Mereka (perusahaan) harus turun membantu. Sudah terlalu banyak kita punya sumber daya alam mereka ambil, “ tandasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.