alexametrics Ali Kalora Diduga Berhasil Lolos dari Kontak Tembak – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ali Kalora Diduga Berhasil Lolos dari Kontak Tembak

Dua Anggota MIT dan Satu Anggota Satgas Madago Raya Tewas

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Perburuan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, oleh Satgas Operasi Madago Raya, kembali membuahkan hasil. Dua orang terduga teroris meninggal dunia saat baku tembak yakni, Samir alias Alvin dan juga Khairul alias Irul.
Keduanya tertembak di bagian kepala, dan Irul mengalami luka bakar akibat bom lontong yang dibawanya meledak. Satu anggota TNI dilaporkan meninggal dunia.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, mengatakan baku tembak antara pihak keamanan dan kelompok teroris MIT Poso terjadi di Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara. “Kontak tembak terjadi pada 1 Maret sekira pukul 18.20, di Dusun Andole Kecamatan Poso Pesisir Utara,” katanya, kepada sejumlah wartawan, di Rumkit Bhayangkara Polda Sulteng, Selasa (2/3).

Dalam kontak tembak tersebut, satu Prajurit TNI gugur di Medan tugas yang tergabung dalam Ops Madago Raya. “Pada kontak tembak tersebut telah gugur salah satu Prajurit terbaik, yakni Praka Dedi Irawan yang sudah di terbangkan ke Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, dalam olah TKP telah diamankan beberapa barang bukti, yakni 11 butir amunisi dari senjata laras panjang, tas ransel, golok, GPS, jam tangan dan juga baterai. Saat ini, ungkap Kapolda Sulteng, pihaknya masih terus melakukan pengejaran, informasi yang diterima, pada saat kejadian ada 4 orang anggota kelompok MIT Poso yang baku tembak dengan aparat keamanan, 2 di antaranya berhasil meloloskan diri.

“Kami masih melakukan pengejaran, karena pada saat kontak tembak, informasi teman-teman di lapangan, ada 4 orang dan 2 orang lolos diduga salah satunya Ali Kalora, sementara kita lakukan pengejaran di Dusun Andole, Tambarana, Poso Pesisir Utara,” ungkapnya.

Salah satu diantara dua terduga teroris tersebut merupakan putra dari almarhum Santoso. ‘’Sementara kalau Alvin dari data kami selama ini berasal dari Banten, kemudian Irul ini informasi berasal dari Tambarana, Tamanjeka. Data kita Irul ini putra Santoso,” jelas Kapolda.

Kemudian Kapolda Sulteng juga menjelaskan, Alvin meninggal karena tertembak di bagian kepala dan satunya lagi terkena ledakan bom sendiri. ‘’Irul itu terkena bom yang dia bawa meledak di badannya sendiri,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, saat kejadian, para terduga teroris ini sedang melakukan kegiatan Amaliah. “Kegiatan dari teroris ini melakukan amaliah, dan misalnya ketemu dengan masyarakat yang tidak mau membantu kemudian diteror,” ungkapnya.

Sementara kedua jenazah usai dilakukan identifikasi oleh Bid Dokes Polda Sulteng, langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Poboya sekitar pukul 15.30 wita. Proses pemakaman dilakukan tim Polda Sulteng dengan pengawalan ketat. (Cr1/who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.