Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ali Kalora Cs Belum Tertangkap, Operasi Tinombala Diperpanjang

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi Operasi Tinombala.(Foto: dok)

POSO – Markas Besar (Mabes) Polri telah memutuskan untuk memperpanjang masa Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah hingga 3 bulan kedepan. Operasi yang seharusnya akan berakhir pada 30 September 2017 di perpanjang hingga 30 Desember 2017. Penambahan waktu operasi tersebut disampaikan Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol Muhammad Iriawan di Poso, Selasa (19/9) kemarin.

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, operasi Tinombala diperpanjang karena 7 (tujuh) orang DPO kasus terorisme sisa kelompok Santoso sampai sekarang belum tertangkap. Satu dari 7 sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang belum bisa ditangkap adalah Ali Kalora.

Perpanjangan masa operasi Tinombala diusulkan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi dan sudah disetujui Kapolri Jenderal Tito Karnavian. “Saya datang kemari (Poso) untuk melakukan analisa dan evaluasi (anev) sekaligus untuk mengambil langkah-langkah tentang apa yang akan kita kerjakan pada operasi ke depan,” katanya pada wartawan di Mapolres Poso.

Dijelaskan Iriawan, Mabes Polri akan mengganti semua pasukan yang akan bertugas dalam operasi Tinombala untuk tiga bulan ke depan dengan pasukan baru. Sekarang, pasukan baru yang akan diterjunkan di Ops Tinombala September-Desember sedang mengikuti pelatihan di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta. “Pasukan yang ada sekarang semua akan kita tarik dan pulangkan ke kesatuan masing-masing. Kita akan ganti dengan pasukan yang baru,” jelasnya. Meski pasukannya akan wajah baru semua, tapi jumlah kekuatannya tetap sama, yaitu 3.000 personel. Kekuatan pasukan ini terdiri dari Polri dan TNI yang sebagiannya berasal dari satuan elit masing-masing matra. Seperti Kopassus, Marinir, Paskhas, Denjaka, Brimob, dan Densus 88 Anti Teror.

“Untuk kekuatannya tetap. Kita bahkan sudah melibatkan BNPT, Polres, Kodim dan jajarannya dalam operasi Tinombala ini,” tukas Asops Iriawan di dampingi Kapolda Rudy Sufahriadi.

Walaupun mengerahkan jumlah pasukan yang sangat banyak, namun gelar operasi Tinombala tetap mengedepankan sikap persuasif. “Cara yang persuasif jelas tetap kita kedepankan. Karena operasi ini adalah untuk pembinaan dan sekaligus pencegahan,” ujar Iriawan. Karena mengedepankan cara persuasif, dia pun berharap agar sisa DPO yakni Ali Kalora Cs mau turun gunung dan menyerahkan diri kepada aparat berwajib Polri/TNI. “Menyerahkan diri tentu akan beda dengan saat penindakan,” tandas jenderal dua bintang di pundak ini.

Soal belum bisa ditangkapnya Ali Kalira Cs, Iriawan mengatakan jika kondisi medan yang menjadi kendalanya. Hutan Poso dan Parimo yang lebat dan curam serta cuaca yang sering berubah membuat pasukan sulit menembus lokasi operasi.

Sebelumnya, Kapolda Sulteng Rudy Sufahriadi mengatakan kedatangan Asops Kapolri Irjen Muhamad Iriawan adalah untuk meninjau langsung sekaligus menyampaikan perpanjangan gelar operasi Tinombala di Sulawesi Tengah. “Operasi Tinombala diperpanjang 90 hari kedepan. Semua pasukan yang ada sekarang akan ditarik dan diganti dengan yang baru,” sebut Kapolda. Pergantian pasukan Tinombala akan dilakukan pada tanggal 28 September 2017. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.