alexametrics Aktivitas Tambang PT. A Rasman Mulya Dinilai Merusak Lingkungan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Aktivitas Tambang PT. A Rasman Mulya Dinilai Merusak Lingkungan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DONGGALA – Aktivitas tambang galian C PT. A Rasma Mulya yang mengeruk material di Dusun I dan Dusun V Desa Bale, Kecamatan Tanantovea dinilai meresahkan warga. Pasalnya dampak dari aktivitas tambang itu telah merusak lingkungan sekitar.

Hal ini dibuktikan dengan sejumlah permasalahan yang timbul di sekitar lokasi pengerukan. Mulai dari lahan warga yang tergerus banjir akibat pengerukan yang dinilai berlebihan di sekitar sungai, hingga sejumlah kelapa milik warga yang mati.

Warga Dusun I, Soni mengatakan, lebih dari 20 pohon kelapa milik mertuanya sudah hilang tergerus banjir. Hal itu menurut Soni disebabkan pengerukan material di dekat lahan warga yang sudah berlebihan. “Karena materialnya digali terus, akhirnya saat banjir, lahan warga mertua saya yang kena. Sudah banyak pohon kelapa hilang di situ,” terangnya.

Tak hanya itu, menurut Soni, sejumlah pohon kelapa milik warga juga mati. Penyebabnya kata Dia, masih sama. Pengerukan yang berlebihan di dekat lahan menyebabkan sumber air menjadi lebih dalam. “Karena dikeruk sampai dalam, jadi mata air itu makin jauh. Akhirnya pohon kelapa mati,” ungkapnya.

Disamping itu menurut Soni, perusahaan tersebut juga belum menyelesaikan kesepakatannya dengan warga dusun I yakni penyelesaian pembangunan masjid. Menurut Soni, pembangunan masjid yang awalnya dijanjikan oleh perusahaan itu kini terhenti. Saat ini ungkap Soni, masjid tersebut dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. “Sekarang lagi terhenti pak. Kami swadaya mengerjakan pembangunan masjid ini. Karena sudah lama ini masjid tidak selesai-selesai,” sebut Soni.

Ditengah adanya protes warga tersebut, lanjut Soni mengatakan, Pemerintah Desa Bale tiba-tiba menyebarkan undangan yang berisi tentang penandatanganan kesepakatan antara warga dengan perusahaan. “Warga ini sudah resah. Tapi kami diundang untuk menandatangani kesepakatan dengan pihak perusahaan,” katanya.

Jumat (28/8) kemarin, musyawarah akhirnya dilakukan di kantor Desa Bale. Musyawarah itu dihadiri langsung oleh Danramil Tawaeli, Kapten Infanteri Edi Riado, dan kapolsek Labuan, Ipda Mohammad Fikri SSos dan pihak perusahaan. Perdebatan antara warga dan perusahaan berlangsung alot. Sejumlah warga di dusun V menyatakan sikap penolakan terhadap aktivitas PT A Rasma Mulya. Bahkan sejumlah warga sempat meninggalkan kantor desa karena kecewa. Namun pihak kepolisian dan TNI yang hadir mampu meredam perdebatan warga di kantor desa.

Rapat bersama ini berlangsung hingga pukul 18.00. Warga Dusun I dan Dusun V akhirnya sepakat aktivitas tambang di lanjutkan. Namun pihak perusahaan harus memenuhi semua tuntutan warga. Diantaranya retribusi Rp5 juta perbulan untuk Dusun V. Perusahaan harus membayar utang retribusi sebesar Rp36 juta kepada Desa Bale. Kemudian khusus dusun I, warga meminta agar pembangunan masjid segera dilanjutkan dan diselesaikan oleh pihak perusahaan. Disamping itu warga juga akan mengawasi jalannya aktivitas tambang.

Perwakilan perusahaan, Bhuris Rasyid mengaku siap memenuhi tuntutan warga tersebut. Namun untuk pembangunan masjid, pihaknya meminta keringanan waktu selama 1 tahun untuk menyelesaikannya. Hal itu kata Dia, mengingat kondisi Covid-19 saat ini yang juga berdampak pada pendapatan perusahaan. “Kita penuhi keinginan warga. Tapi kami tetap meminta keringanan khususnya untuk pembangunan masjid,” katanya.

Kapolsek Labuan, Ipda Mohammad Fikri SSos mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dalam menyikapi persoalan aktivitas tambang tersebut. Melalui rapat itu, Fikri mengatakan, pihaknya bersama Danramil dan pemerintah Desa ingin memberikan solusi terbaik untuk warga. “Di tempat ini kita sama-sama mencari solusi. Bagaimana perusahaan bisa tetap jalan tapi tidak merugikan warga sekitar. Kita ingin dengan adanya perusahaan, masyarakat bisa menerima dampak positifnya,” katanya.

Fikri menegaskan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap jalannya aktivitas tambang. Jika terjadi permasalahan di lapangan, Fikri meminta kepada warga agar melapor dan tidak melakukan tindakan melawan hukum. “Kita akan awasi juga pelaksanaannya. Melapor jika terjadi masalah agar bisa kita rapatkan bersama dan mencari solusinya,” imbau Kapolsek. (ujs)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.