Aktivitas Tambang Pengaruhi Air PDAM untuk Masyarakat

- Periklanan -

Ilustrasi (@sayangi.com)

PALU – Salah satu pusat tangkapan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu berada di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore.

Direktur Utama PDAM Kota Palu, Isran A Umar SE MPd menjamin, sampai saat ini tidak tercemar zat kimia berbahaya dari aktivitas tambang.

Tidak tercemarnya pusat tangkapan air (intake) PDAM Kota Palu dikarenakan berada lebih tinggi serta jauh dari tempat aktivitas tambang.

“Pusat tangkapan air (intake) kami berada 5 KM lebih tinggi dari tempat aktivitas tambang saat ini,” ungkap Direktur Utama PDAM Kota Palu, Isran A Umar SE MPd kepada Radar Sulteng, ditemui kemarin (6/2) di ruang kerjanya.

Isran menerangkan zat berbahaya seperti merkuri, sifatnya meresap.

”Itu merkuri, tidak bisa sampai ke tempat tangkapan airnya PDAM karena lebih tinggi,” terangnya.

Isran juga menegaskan masyarakat yang menggunakan air PDAM tidak perlu panik.

- Periklanan -

“Yang berbahaya itu masyarakat yang berada di bagian bawah aktivitas penambangan. Karena airnya pasti tercemari merkuri,” sebutnya.

Isran menerangkan wilayah yang berada di bawah tambang, apabila airnya merupakan air suntik, sangat besar kemungkinan tercemar merkuri.

Terkait aktivitas tambang, Isran tidak menampik pihaknya juga merasa terganggu. Pasalnya, sekalipun pencemaran dari merkuri dipastikan tidak ada. Namun menurutnya, penguapan sianida bisa  saja mencemari air PDAM.

“PDAM juga terganggu dengan penguapan sianida. Sekalipun kemungkinan uapannya sampai ke pusat tangkapan air kecil, namun sangat berbahaya jika sampai ke pusat tangkapan air tersebut,” tambahnya.

Selain terganggu dalam hal uapan sianida, Isran juga menyebutkan sekalipun saat ini jarak antara aktivitas tambang dan pusat tangkapan air PDAM masih jauh namun jika penambang terus melakukan perluasan wilayah, ada kemungkinan bisa sampai pada lokasi pusat tangkapan air tersebut.

“Jika sudah sampai pusat tangkapan air, sudah bahaya itu,” tegasnya.

Namun untuk mengantisipasi adanya pencemaran tersebut, Isran menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Palu untuk melakukan pengecekan pada setiap pusat tangkapan air PDAM sebanyak 4 kali dalam setahun.

“Airnya PDAM rutin dicek Dinkes Kota, setiap 3 bulan,” tandasnya. (saf).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.