Aktivitas Ekspor Bergeser ke Pelabuhan Kolonodale dan Banggai

- Periklanan -

Secara perlahan Peran pelabuhan Pantoloan sebagai pelabuhan ekspor utama Sulteng kini bergeser ke Pelabuhan Banggai dan Morowali. (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU – Peran pelabuhan Pantoloan sebagai pelabuhan ekspor utama Sulteng kini bergeser ke Pelabuhan Banggai dan Morowali. Ini terjadi sejak mulainya ekspor komoditi bahan tambang, yakni bahan bakar mineral serta besi dan baja.

Pada Bulan Juli 2017 pun demikian, keseluruhan transaksi ekspor Sulteng senilai US$ 182,66 juta, difasilitasi melalui Pelabuhan Banggai. Nilainya mencapai US$ 98,03 juta dan pelabuhan Kolonodale senilai US$ 83,65 juta. “Pada Bulan Juli 2017, ekspor Sulteng melalui Pelabuhan Pantoloan hanya senilai US$ 0,98 juta,” jelas Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, Wahyu Yulianto, Senin (4/9).

- Periklanan -

Dan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat senilai US$ 2,67 juta. Yakni, masing-masing melalui Tanjung Priok (DKI Jakarta) senilai US$ 1,31 juta, Tanjung Perak (Jawa Timur) senilai US$ 1,24 juta, Ujung Pandang (Sulawesi Selatan) senilai US$ 0,10 juta dan Ngurah Rai (Bali) senilai US$ 0,02 juta. Ini artinya bahwa pelabuhan muat ekspor di Sulteng berperan sebesar 98,56 persen.

Sementara selama Januari-Juli 2017, Pelabuhan Kolonodale mendominasi layanan ekspor berbagai komoditi dari daerah ini. Nilainya mencapai US$ 704,22 juta atau 51,45 persen dari total nilai ekspor. Disusul Pelabuhan Banggai senilai US$ 632,77 juta atau 46,23 persen. “Periode Januari-Juli 2017, ekspor melalui Pelabuhan Pantoloan hanya 1,04 persen dari total ekspor Sulteng pada periode tersebut. Nilai ekspornya hanya US$ 14,17 juta,” sebutnya.

Masih periode Januari-Juli 2017, nilai ekspor Pelabuhan Luwuk hanya US$ 0,18 juta atau 0,01 persen. Dan nilai  ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 1 7,48 juta atau sebesar 1,27 persen. Untuk impor, berbagai komoditi dari berbagai Negara yang masuk ke daerah ini, dominan melalui Pelabuhan Poso dan Luwuk. Pelabuhan bongkar impor di Sulteng selama Juli 2017 didominasi Poso. Nilainya mencapai US$ 116,98 juta, dan pelabuhan Luwuk senilai US$ 16,39 juta.

Periode Januari-Juli 2017, total nilai impor melalui Pelabuhan Poso mencapai US$ 525,77 juta atau 85,66 persen dari total nilai impor. Diikuti oleh Pelabuhan Luwuk senilai US$ 86,15 juta atau 14,04 persen. “Pada Bulan Juli 2017 nilai impor melalui Pelabuhan Pantoloan sebesar US$ 0,50 juta,” sebutnya lagi. Periode Januari-Juli 2017 pun demikian, impor melalui Pelabuhan Pantoloan di urutan ketiga. Nilai impor melalui Pelabuhan Pantoloan US$ 1,88 juta atau hanya 0,31 persen.(ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.