Aksi Teror Masih Terjadi, Aliansi Pemuda Poso Pertanyakan Peran Negara

- Periklanan -

POSO – Sekitar puluhan orang masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Poso menggelar unjuk rasa di Taman Kota Kelurahan Sangele, Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso, Sabtu (22/05/2021).

Aliansi Pemuda Poso yang merupakan gabungan beberapa organisasi pemuda dan organisasi mahasiswa itu menilaiu operasi Kemananan berlangsung di Kabupaten Poso, khususnya bagi masyarakat sekitaran gunung biru mengalami kesulitan untuk bekerja guna menghidupi keluarga kecil mereka.

Dalam orasinya Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Poso, dedrik Lagandesa menyatakan, permasalahan tindak teror sipil bersenjata di Kabupaten Poso seperti adanya pembiaran oleh pihak keamanan itu sendiri. Itu semua dapat dilihat dengan banyaknya korban berjatuhan yang dilakukan oleh sipil bersenjata yang bersarang di gunung biru.

Disatu sisi, keresahan yang timbul di masyarakat bukan hanya ketakutan atas adanya kelompok sipil bersenjata, akan tetapi ketakutan lain masyarakat takut menjadi korban salah tembak oleh oknum aparat keamanan, seperti yang menimpa alm. Qidam dan 3 pemuda Dusun Sipatuwo.

- Periklanan -

“Melihat apa yang terjadi di Kabupaten Poso, di tengah kegelisahan yang dirasakan masyarakat, patutlah kita mempertanyakan dimana peran Negara hari ini ? Bukankah negara harus mampu memberikan dan menghadirkan rasa aman di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Dedrik Lagandesa, dapat dikatakan bahwa operasi keamanan yang selama ini berlangsung di Kabupaten Poso merupakan sebuah kegagalan Negara dan institusi keamanan dalam melindungi segenap masyarakat Indonesia.

Deretan kasus tragedi kemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata maupun pihak keamanan, maka Aliansi Pemuda Poso, menutut beberapa hal di antaranya, TNI dan Polri perlu meningkatkan dan lebih mengutamakan keamanan masyarakat Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Poso.

Meminta Pemda Poso mendesak pemerintah pusat untuk lebih tegas dalam pemberantasan terorisme di Kabupaten Poso.
Mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Poso agar tidak terprovokasi.

Menekan pemerintah dan aparat keamanan untuk memberikan perlindungan untuk masyarakat.
Menuntut Kapolri dan Panglima TNI mengusut tuntas kasus terorisme Poso dan jaringannya.
“Jangan ada unsur politik dan politisasi agama dalam penanganan kasus terorisme di Kabupaten Poso,” pungkasnya.(*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.