Aksi FUI, KAMMI Sindir Pemimpin Negara Islam

Perwakilan Pemuda Katolik Ikut Berorasi

- Periklanan -

PALU – Mengenakan topeng para pemimpin negara-negara Islam, peserta aksi keprihatinan New Zealand, menyindir para pemimpin Islam yang terkesan diam dan pasif, menyikapi penembakan kepada jamaah Masjid di New Zealand, Jumat pekan kemarin.
“Teman-teman KAMMI yang melakukan aksi teaterikal. Yang kami lakukan, untuk menyindir pemimpin negara-negara Islam. Dulu ketika teroris yang membawa-bawa nama agama Islam menyerang kantor salah satu media di Prancis, para pemimpin dunia melakukan parade di Kota Paris. Sekarang, dengan jumlah korban yang lebih banyak dan dilakukan di masjid, kita ingin agar pemimpin negara-negara Islam, juga melakukan hal yang sama,”kata Koordinator aksi, Rafani Tuahuns.
Menyikapi aksi teroris Brenton Tarrant, Jumat pekan kemarin, Forum Ummat Islam bersama elemen ummat Islam lainnya, termasuk massa dari Pemuda Katolik Sulteng, menggelar aksi bersama, Jumat kemarin (22/3).
Aksi dalam bentuk konvoi kendaraan, dimulakan dari halaman Masjid Raya Baiturrahim Lolu kemudian melintas Jalan Muh Hatta, Jalan Sudirman dan finish di depan gedung DPRD Sulteng.
Dalam aksi solidaritas kemarin, juga digelar Shalat gaib mendoakan para korban penembakan teroris di Selandia Baru.
Dalam orasinya secara bergantian orator aksi menyampaikan duka cita atas tewasnya puluhan umat Islam karena aksi penembakan yang dilakukan Brenton Tarrant, di dua Masjid di Selandia Baru pekan lalu.
“Kehadiran kita di tempat ini melakukan aksi keprihatinan, untuk membuktikan bahwa umat Islam itu adalah bersaudara dan ibarat satu tubuh. Jika ada yang disakiti maka yang lain ikut merasakan sakit,” kata Ustad Citrawan Kisman Jiho dari Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) dalam orasinya.
Ia juga menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Brenton merupakan sebuah aksi terorisme. Hal ini menurutnya telah cukup membuktikan, bahwa stigma teroris yang dialamatkan kepada umat Islam adalah hal yang salah.
Di sela-sela aksinya, usai menjalankan salat ashar berjemaah massa aksi kemudian melaksanakan salat gaib bagi para korban, yang dilanjutkan dengan doa bersama. Turut hadir dan memberi orasi dalam aksi solidaritas tersebut, perwakilan dari Komisaiat Daerah Pemuda Katolik Sulteng.
Dalam orasinya, Yohannes yang mewakili Pemuda Katolik Sulteng menyampaikan turut berduka cita atas apa yang terjadi di Selandia Baru. Menurutnya sebagai sesama umat manusia hendaknya justru saling menjaga perdamaian, apapun agamanya.
“Apa yang dilakukan oleh penembak di Selandia Baru bukanlah hal yang patut dipuji. Kami juga turut merasakan duka atas apa yang menimpa saudara-saudara Muslim di sana,” ujar Yohannes di hadapan massa aksi.
Penembakan yang dilakukan Brenton Tarrant terjadi di Masjid Al-Noor dan Linwood Islamic Center di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat 15 Maret 2019. Peristiwa tersebut terjadi pada waktu umat Islam akan melaksanakan salat Jumat berjemaah. Dilaporkan sebanyak 50 orang tewas atas serangan ini dan puluhan lainnya terluka.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.