Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Akses Baru Terbuka, Harapan Baru bagi Nilai Investasi

Proyek Jembatan Palu V Hari Ini Dimulakan

PALU- Pemerintah Kota Palu akhirnya mewujudkan rencana pembangunan jembatan yang akan menjadi konektivitas baru antara Palu Barat dan Palu Timur. Jembatan yang akan membelah sungai palu ini telah lama digagas pemerintah kota.
Hari ini Rabu (10/7) pemerintah Kota Palu akan melaksanakan Groundbreaking atau peletakan batu pertama dimulainya pembangunan. Walikota Palu, Hidayat MSi, dijadwalkan akan meletakan batu pertama, di Kelurahan Nunu. Jembatan Palu V, akan menghubungkan Kelurahan Tatura Selatan di arah timur dan Kelurahan Nunu di arah barat.
Pembangunan jembatan dengan nama Palu V (Jembatan Palu lima) akan melengkapi sarana penyebrangan di Kota Palu saat ini. Hadirnya jembatan yang akan dikerjakan oleh PT. Bumi Duta Persada ini diharapkan membantu mengurai lalulintas kota Palu yang kian hari kian padat.
Direktur Tehnik PT. Bumi Duta Persada, Amran Totou mengungkapkan konstruksi Jembatan Palu V Pekerjaan utamanya meliputi, Pekerjaan Struktur bangunan bawah Pembangunan Jembatan Palu V dan Pekerjaan Struktur Bangunan atas Jembatan Palu V. Pembangunan infrastruktur guna mendukung perkembangan Kota Palu ini memiliki panjang 100 Meter terdiri dari 3 bentang grider (50+25+25).
‘’Pembangunannya akan diselesaikan sesuai masa kontrak 31 Desember mendatang,’’ ungkap Amran.
Konstruksi dengan anggaran Rp43 Miliar ini lanjut Amran masing-masing 25 meter ke arah timur atau yang mengarah ke Kelurahan Tatura Selatan, kemudian bentang tengah 50 meter, dan bentang barat yang mengarah ke Kelurahan Nunu 25 meter. Selain secara pengawasan teknis, pekerjaan juga akan didampingi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Palu.

Jembatan Palu V Selesai Tahun Ini

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Iskandar Arsyad menjelaskan, pada struktur bangunan bawa mengunakan pondasi tiang pancang baja. Di struktur bawa ini atau abutment menggunakan beton bertulang K 350. Sedangkan bangunan atas itu menggunakan beton pratekan segmental. Kata Iskandar, yang memproduksi beton serupa sampai dengan saat ini untuk di Sulawesi ada beberapa pabrik. Khususnya, di jembatan Palu V kontraktornya ini bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Beton Makassar.
“Balok betonnya sudah dipesan, pipa pancang baja juga sudah dipesan. Sekarang sambil menunggu komponen-komponen pipa baja dan jembatannya serta beton pratekan, maka lagi giat-giatnya mengerjakan oprit jalan penghubung,” lanjut Iskandar.
Jalan penghubungan ini sebut Iskandar, cukup tinggi atau berjarak kurang lebih 6 meter dari permukaan air yang normal sekarang. Jembatan Palu V ini tujuannya untuk menghubungkan antara jalan Nasional, Provinsi, Sekunder dan Kota.
“Diharapkan nantinya kemacetan yang sering terjadi di Jembatan 2 yang berada di Selatan Kota Palu itu sudah bisa teratasi,” sebutnya, ditemui Radar Sulteng, Selasa (9/7).
Sementara untuk pembahasan lahan sendiri menurut Iskandar, untuk wilayah Kelurahan Nunu dari semua pemilik sekitar 40 itu masih ada 3 pemilik yang belum menandatangani atau belum sepakat dengan ketentuan yang ada. Sedangkan untuk wilayah di jalan Anoa II masih ada 5 pemilik. Menurutnya, untuk wilayah Nunu meski masih ada yang belum sepakat tidak menjadi hambatan pembangunan dari jembatan Palu V.
“Harapan kita masyarakat yang ada di Anoa II bersama-sama untuk berpartisipasi mempercepat proses negosiasi, karena harga sesungguhnya untuk pembebasan lahan sudah sesuai mekanisme dari tim penilai independen, bukan Pemerintah Kota yang tentukan besarannya,” terangnya.
Lembaga yang menentukan harga pembebasan lahan sendiri ini adalah yang dibentuk oleh Pemerintah. Didapatkan harga sedemikian dari survei yang mereka lakukan. Dia memberikan contoh, ada masyarakat yang memiliki tanah yang luasnya 100 meter persegi, yang dibebaskan hanya 10 meter persegi. Tetapi keinginan masyarakat agar dibebaskan seluruhnya.
“Saya lihat sudah mau hampir mencapai kesepakatan. Nanti bagaimana jelasnya bisa ke Tata Ruang Kota Palu terkait perkembangannya, saya hanya mengeksekusi bagaimana pembangunannya saja,” sebutnya.
Atas nama Pemerintah Kota Palu, Iskandar meminta kepada seluruh masyarakat Kota Palu baik yang berada di sekitar lokasi pembangunan maupun masyarakat lain, dia mengajak untuk mensukseskan pembangunan jembatan Palu V. Jembatan Palu V ini akan menjadi salah satu alternatif dalam rangka mempermudah akses dari wilayah timur ke wilayah barat, demikian sebaliknya.
Kemudian jika jembatan ini selesai diperkirahkan tahun 2019, Iskandar mengharapkan juga masyarakat dapat memelihara kontruksi jembatannya. Karena jembatan Palu V berperan penting ke depan jika perkembangan Kota Palu semakin pesat, tentu pembangunan jembatan V ini masih tidak cukup.
“Mungkin ke depan masih ada jembatan VI. Tetapi yang kita harapkan dalam waktu dekat ini, akses dari jalan Moh Yamin menuju ke arah Anoa, Anoa II, kemudian ke jalan Jati hingga ke Pue Bongo sudah bisa dijangkau dengan mudah,” ujarnya.
Disis lain, menanggapi pembangunan jembatan V, Rudi salah seorang warga kelurahan Nunu menyambut gembira. Diakui adanya Palu V, menjadi harapan terbukanya akses yang sebelumnya memutar jika ke wilayah Palu Timur. Terbukanya akses menurut Dia menjadi harapan baru yang akan menaikan nilai investasi yang ada di Kelurahan Nunu.
‘’Selaku warga saya sangat senang pastinya. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses kita mulai terbuka. Investasi kita juga pasti akan naik nilainya,’’ ungkap Rudi, kepada Radar Sulteng, kemarin. (awl/acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.