Aklamasi, Sulbadana Terpilih Dekan FH Untad

- Periklanan -

Sulbadanah berjabat salam usai dipilih secara aklamasi pada pemilihan Dekan Fakultas Hukum Untad periode 2017-2021, Kamis (2/2). (Foto: istimewa)

PALU – Final pemilihan dekan (Pildek) Fakultas Hukum (FH) Untad Palu, telah selesai dilaksanakan. Penentuan dekan melalui Pildek yang berlangsung di ruang laboratorium FH Untad pada Kamis (2/2) tersebut, berbeda dengan proses Pildek di fakultas Untad lainnya, yang pada umumnya menggunakan hasil voting. Pildek FH dilakukan secara musyawarah mufakat, yang menghasilkan Dr H Sulbadanah SH MH terpilih sebagai Dekan FH periode 2017-2021, secara aklamasi.

Ketua Senat FH Untad Palu Dr Aminuddin Kasim SH MH mengatakan, selain puluhan para anggota senat, dalam proses Pildek FH tersebut juga disaksikan para petinggi Untad. “Dr Sulbadanah terpilih sebagai dekan FH Untad periode 2017-2021,” kata Aminuddin dikonfirmasi kemarin.

Proses final Pildek di FH, terangnya, terbilang berbeda dengan proses Pildek di fakultas lainnya. “Kalau di fakultas lain final Pildek-nya ditentukan berdasarkan hasil perolehan suara, di FH dilakukan secara musyawarah mufakat. Hal-hal seperti inilah yang membedakan FH dengan fakultas lain di Untad,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Untad Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS mengatakan, dengan terpilihnya Dr Sulbadana sebagai dekan FH Untad periode 2017-2021, diharapkan bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan dengan baik.

Terkait dengan hasil Pildek FH yang dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat tersebut, Rektor mengaku bahwa dirinya tidak pernah gusar dengan dinamika yang terjadi di fakultas tersebut. Karena, lanjut rektor, dirinya yakin bahwa apa yang telah terjadi pada proses Pildek di FH merupakan bagian dari proses berdemokrasi.

“Lihat saja, teman-teman di Fakultas Hukum memilih musyawarah mufakat atau secara aklamasi untuk menentukan siapa dekan yang akan pimpin fakultas tersebut,” ujar orang nomor satu di universitas terbesar di Sulteng itu.

- Periklanan -

Hal tersebut, jelasnya, sudah diprediksinya sejak jauh hari sebelum proses penentuan dekan di fakultas tersebut. “Bahkan, sudah saya sampaikan dalam silaturrahim akhir tahun di Hotel Mercure pada 30 Desember 2016 lalu, saya tidak pernah merisaukan dinamika di Fakultas Hukum karena itu bagian dari demokrasi. Dan hari ini, teman-teman di Fakultas Hukum menunjukkan bukti itu,” ujarnya.

Keyakinan itu, lanjut Rektor, karena beliau mengetahui bahwa yang terlibat dalam dinamika di Fakultas Hukum merupakan sahabat yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Jika orang lain melihat dinamika itu sebagai perpecahan, kata Rektor, dirinya justru tidak percaya akan berujung perpecahan. Karena menurut Rektor, dia mengetahui persis bahwa rekan-rekan di Fakultas Hukum itu memiliki rasa solidaritas yang tinggi.

“Mengapa saya yakin begitu? Karena rekan-rekan di Fakultas Hukum itu selalu makan sama-sama, menyanyi sama-sama, hadiri acara juga sama-sama, bahkan rekreasi sama-sama. Kalau pada akhirnya seperti ini, itu sudah saya prediksi. Makanya saya tidak pernah sedikit pun mengkhawatirkan atau bahkan mencampuri proses demokrasi di sana. Ini karena saya tahu persis rekan-rekan saya di Fakultas Hukum itu karena mereka satu rasa. Kalau istilah anak muda, rekan-rekan di Fakultas Hukum itu ‘satu geng’ sehingga dinamika yang terjadi merupakan bunga-bunga proses demokrasi,” jelas Rektor.

Sementara itu, proses Pildek FH tidak berlangsung lama. Usai dibuka oleh Ketua Senat Fakultas Hukum, Aminuddin Kasim, Dr Johnny Salam SH MH langsung meminta waktu untuk berbicara. Dia mendorong asas musyawarah mufakat itu dalam Rapat Senat Pemilihan Dekan Fakultas Hukum periode 2017-2021.

“Kita sudah melalui berbagai dinamika, termasuk pula sudah melalui proses ini secara sistematis. Kita juga sudah ketahui bersama, dalam pemungutan suara pada tahapan penyaringan, Dr Sulbadana meraih dukungan terbanyak. Untuk itu, dengan kerendahan hati dilandasi rasa persaudaraan, saya mendorong agar Dr Sulbadana ditetapkan sebagai Dekan Fakultas Hukum tanpa voting lagi. Artinya, atas dasar musyawarah untuk mufakat, kita menetapkan secara aklamasi,” papar Johnny Salam.

Usulan itu kemudian direspons seluruh anggota senat FH dengan menyetujui dan mendukung agar Dr Sulbadana dapat dipilih secara aklamasi. Hal yang sama juga dilakukan calon dekan FH, Dr Syamsuddin SH MH, yang dengan kebesaran hati menyatakan sikap dan mendukung Dr Sulbadana secara aklamasi.

Usai mendengarkan penyampaian dan meminta persetujuan dari seluruh anggota senat Fakultas Hukum, Ketua Senat Fakultas Hukum langsung mengesahkan usulan itu dan menetapkan Dr Sulbadana sebagai Dekan Fakultas Hukum terpilih. “Selanjutnya, pengesahan itu akan diteruskan kepada Rektor Universitas Tadulako,” tutur Aminuddin dalam Pildek tersebut.(sur/jcc/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.