Akibat Tambang Ilegal, Ribuan Hektare Sawah di Moutong Dipenuhi Lumpur

- Periklanan -

PARIMO – Diduga karena adanya aktivitas tambang ilegal, ribuan hektar sawah yang berada di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dipenuhi lumpur.

Hal tersebut terungkap dalam laporan hasil reses anggota DPRD Parimo, Rabu (8/1). Fraksi Gerindra, Arifin Daeng Palalo, mengungkapkan, persoalan sawah yang berada di Moutong kurang lebih 1.700 hektare yang sampai hari ini disuarakan oleh petani.

Persoalannya adalah begitu banyak lumpur yang terdapat di sawah petani, disebabkan karena tambang emas yang dikelola oleh WNA asal Korea. “Kurang lebih 100 meter dari irigasi yang berada di Kecamatan Moutong,”ungkapnya.

Akibatnya, hanya untuk mendapatkan 500 kilogram beras dalam satu hektar petani sangat kesulitan. Sementara, jika dibandingkan dengan yang ada di wilayah Sausu, hasilnya dalam satu hektar bisa mencapai delapan ton.

- Periklanan -

“Tapi kami yang ada di Moutong, 500 kilometer sudah susah. Ini murni jeritan rakyat yang ada di Moutong,”tandasnya.

Pasalnya, hasil persawahan tersebut yang digunakan para petani untuk menghidupi keluarga. Komisi III didesak untuk hadir langsung ke lokasi, melihat langsung kondisi persawahan yang ada di Kecamatan Moutong.

Kemudian disampaikan juga kepada Pemkab agar bisa memperhatikan persoalan tersebut. “Memang persoalan tambang sudah ranah provinsi. Tapi, kita di kabupaten mendapatkan dampak dari persoalan ini,”tegasnya.

Ia menambahkan, pada saat penutupan masa sidang sudah pernah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah agar bisa mengeruk lumpur yang sudah masuk di sawah. “Tapi sampai saat ini yang dijanjikan itu belum pernah turun ke sana,”ungkapnya. (iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.