Akibat Gempa di Poso, 103 Bangunan Rusak

- Periklanan -

POSO- Gempa bumi bermagnitudo 5,7 SR yang mengguncang Poso pada Minggu pagi (24/3) lalu mengakibatkan ratusan bangunan rusak. Diantara yang rusak tersebut, selain rumah warga, bangunan rumah ibadah Pura, gereja dan Polsek Pamona Barat juga rusak. Tingkat kerusakan bervariasi. Mulai rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. Rusak ringan dan berat berupa retak pada dinding bangunan, sementara rusak berat berupa ambruknya bangunan ketanah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso Masdian Mentiri MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan, Marhaento Bouty, menjelaskan data yang masuk hingga Senin (25/3) siang tercatat semua kerusakan bangunan akibat gempa terdapat di 6 desa di wilayah kecamatan Pamona Barat. Yaitu di desa Meko, desa Toinasa, desa Uranosari, desa Salukaiya, desa Owini, dan desa Taipa. Desa Meko menjadi desa dengan jumlah kerusakan bangunan terbanyak, yakni 32 bangunan rumah warga dan 1 bangunan Pura. Menyusul kemudian desa Toinasa 27 rumah warga, 1 bangunan Pura, dan 1 Gereja. Desa Uranosari 25 rumah warga dan 2 Pura, desa Salukaiya 10 bangunan rumah warga, desa Owini 7 bangunan rumah warga, dan desa Taipa 1 rumah warga. “Catatan kami sementara kerusakan bangunan akibat gempa di Poso ada 103 bangunan. Rata-rata bangunan ini berupa kerusakan ringan. Retak-retak,” sebut Kabid Marhaento, Senin (25/3) dikantornya.
Kerusakan terparah tercatat hanya menimpa satu rumah warga di desa Taipa atas nama M Daso (67). Pria sepuh ini mengalami kerugian materil sebesar Rp 30 juta. “Perkiraan nilai kerugian total akibat bencana gempa bumi kemarin itu sebesar Rp 146.700.000,” ungkapnya. Pemkab, dalam hal ini BPBD Poso, masih berada di lapangan (wilayah Pamona Bersaudara) guna memastikan agar semua warga terdampak gempa terdata semua. Jika data kerusakan bangunan sudah lengkap dan akurat, BPBD akan langsunng memberikan bantuan kepada para korban. “Kalau korban jiwa akibat gempa nihil. Tidak ada,” tandas Marhaento.
Disebutnya, pasca gempa terjadi, sampai saat ini masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Pamona Barat sebagian masih memilih tinggal di halaman rumah untuk mengantisipasi gempa susulan karena masih ada rasa guncangan dari bawah tanah. Masyarakat setempat untuk sementara waktu juga masih menghentikan aktifitasnya di kebun. “Kalau kegiatan ekonomi para pemilik kios atau warung berjalan lancar seperti biasa,” ujarnya. Akibat gempa, lokasi obyek wisata Siuri mulai sepi pengunjung. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.