Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

AJI Bekali Jurnalis di Sulteng Keamanan Digital

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar Journalist Safety and Security Training atau pelatihan keselamatan dan keamanan, yang diikuti oleh puluhan jurnalis di Sulawesi Tengah (Sulteng), diakhir September 2021 lalu.

Menurut Ketua AJI Kota Palu, Yardin Hasan puluhan Jurnalis lolos dalam seleksi untuk mengikuti pelatihan keselamatan dan keamanan jurnalis yang diselenggarakan AJI Indonesia, yang diselenggarakan selama tiga hari pada akhir September 2021.

“Banyak yang mendaftar untuk program ini, tetapi yang terpilih hanya 20 orang sesuai dengan kuota untuk Sulteng,” katanya, Selasa (05/10) kemarin.

Pada kegiatan pelatihan ini, AJI Indonesia mendapat dukungan dari USAID dan Internews untuk memberi pemahaman kepada jurnalis mengenai keamanan dan keselamatan diri dari aspek keamanan fisik, keamanan digital dan hukum yang disesuaikan, dengan lokasi liputan dimasing-masing daerah.

“Bukan hanya jurnalis di Kota Palu yang dilibatkan dalam program ini melainkan juga jurnalis di kabupaten lain seperti Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Morowali dan Banggai,” terangnya.

Kegiatan serupa juga tidak hanya untuk Sulteng, melainkan ada di 10 kota di Indonesia dengan total delapan sesi yang membahas tentang keamanan fisik, meliput bencana kesehatan, liputan bencana alam dan menghadapi kekerasan insidental termasuk soal jurnalis perempuan dalam menjalankan tugas peliputan.

“Training ini juga memberi pemahaman tentang kerangka dasar keamanan digital, strategi hukum dan soal sengketa pers,” jelas Yardin.

Salah seorang peserta dari Kabupaten Banggai, Emi berharap agar pelatihan serupa dapat dilanjutkan untuk tahun berikutnya dengan kouta yang lebih besar. “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk jurnalis di daerah seperti kita.

Apalagi ada sesi khusus yang membahas tentang perempuan, saya pikir AJI Indonesia perlu melanjutkan program seperti ini,” ujarnya.

Emi berharap kedepan program AJI lebih melibatkan banyak wartawan perempuan di daerah untuk berbagi ilmu maupun pengalaman selama menjalankan tugas jurnalis. “Pasti banyak pengalaman dan cerita yang bisa dibagi bersama,” tutur Emi. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.