Ajak Masyarakat Jangan Mudah Mengkafirkan Orang Lain

- Periklanan -

POSO-Mantan terpidana kasus terorisme jaringan teroris Santoso, Farid, mengajak masyarakat Kota Palu pada umumnya masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng), agar tidak terpengaruh dengan berita hoax yang banyak beredar di media sosial (medsos). Serta masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham ideologi yang mudah memgkafirkan orang lain.

Jejak Farid yang pernah divonis oleh hakim selama 6 tahun 8 bulan penjara, dan pernah mendekam di rumah tahanan Mako Brimob Kelapa dua, Depok, serta dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas I Makassar.

Mantan narapidana jaringan teroris, Farid mengajak masyarakat khususnya Kota Palu, agar jangan mudah terpancin atau terpengaruh dengan berita-berita hoax yang marak di medsos.

- Periklanan -

” Perkembangan teknologi, seperti saat ini banyak masyarakat sudah menggunakan media sosial, dan di Medsos tentunya kita ketahui bersama banyak berita hoax yang beredar, sehingga masyarakat harus kembali menyaring informasi tersebut, benar atau tidak,” jelasnya, Rabu (18/3) kemarin.

Masyarakat bahkan diminta untuk tidak terpengaruh dengan paham ideologi yang mudah mengkafirkan seseorang, sebab saat ini mudah sekali sebagian pihak memberi lebel kafir kepada mereka yang tidak sependapat, beda penafsiran dan beda pilihan politik, padahal jelas dalam hadis Bukhari Muslim disebutkan barang siapa menyebutkan kafir padahal yang bersangkutan tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh.

” Sehingga saya mengajak masyarakat Palu dan pada umumnya Sulteng tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham ideologi yang mudah memgkafirkan orang lain,” kata Farid.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.