Air Minum Kemasan Merek SBM Tidak Memiliki Izin Edar

- Periklanan -

Inilah tumpukan kardus air mineral yang disita Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulteng, Selasa (21/3). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulteng melakukan penggerebekan produksi AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) yang tidak memiliki izin, dalam tugas operasi Opson yaitu operasi terkait pemberantasan pangan ilegal dan palsu.

Kepala Bpom Sulteng Drs Safriansyah Apt Mkes Mengatakan, target operasi kali ini sudah lama menjadi incaran BPOM, namun data untuk melakukan penggerebekan belum kuat. “Kami menemukan AMDK merek SBM dijual dengan harga mura perkartonya hanya 14 ribu, mereknya terdaftar namun diproduksi dipindrang Sulawesi selatan bukan di Palu,” ucapnya.

Setelah dilakukan penggerebekan akhirnya diketahui bahwa SBM juga di produksi di Kota Palu di jalan Masumpanga perumahan tinggede, tempat seadanya dan menggunakan Air dari tanah. “Untuk produksi air mineral menggunakan Air tanah di pemukiman warga sangat tidak layak, kemungkinan tercemar tinggi,” ucapnya.

- Periklanan -

Safriansyah menjelaskan berdasarkan pasal 142 undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, bahwa pelaku usaha pangan yang dengan sengaja tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan yang dibuat di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran, sebagai mana dijelaskan dalam pasal 91 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda Rp 4 miliar. “Jadi aturannya sudah jelas, karena yang memiliki izin SBM Pinrang dan yang dipalu tidak kami akan melakukan proses hukum,” jelasnya.

SBM berada di Palu baru 1 tahun, dengan memproduksi 200 karton sehari, pasaran sudah keseluruh wilayah Kota Palu. “Lumayan banyak, namun yang berhasil disita hanya sedikit karena berdasarkan ketengan tersangka sudah 1 minggu tidak memproduksi kehabisan gelas Air,” sebutnya.

Jika AMDK tanpa izin dan diproduksi dengan tidak higienis di khawatirkan akan menimbulkan banyak penyakit, karena AMDK tergolong produk memiliki resiko tinggi atau heris. “Jika salah dalam proses pengolahan bisa menyebabkan pencemaran mikroba, dampaknya akan sangat luas, karena yang meminum AMDK mulai dari orang tua hingga bayi,” ucapnya.

Barang bukti yang menjadi sitaan BPOM diantarnya Mesin Filing AMDK 1 set,  Tangki Penampungan Air (Plastik) 3 buah, produk jadi AMDK SBM 114 DUS dan masih banyak lagi. “Semua barang yang telah disita akan menjadi barang bukti dipersidangan nanti,” ucapnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.